Seputar Fakta Lebaran Ketupat, Perayaan Setelah Idul Fitri yang Dinanti

Klikfakta.com
Sabtu, 07 Mei 2022 | 20:01 WIB Last Updated 2022-05-07T13:01:58Z
Flashdisk Ebook Islami


 KlikFakta.com, Kudus - Perayaan usai Idul Fitri beragam di setiap daerah. Seperti halnya tradisi lebaran ketupat yang berlangsung di beberapa daerah di Jawa. Terutama di Kudus, Jepara, Pati, dan Rembang. 


Lebaran ketupat atau bakda ketupat diselenggarakan seminggu setelah Idul Fitri atau pada 8 Syawal. Jika pada tahun ini 1 Syawal jatuh pada 2 Mei maka bakda ketupat dirayakan pada Senin, 9 Mei.


Melansir dari NU Online, bakda ketupat sudah ada sejak era penyebaran Islam oleh Wali Songo. Yaitu Sunan Kalijaga yang dipercaya pertama kali memperkenalkannya.


Bakda ketupat biasanya dihabiskan bersama keluarga menyantap ketupat atau makanan tradisional yang dibungkus janur. Hidangan ketupat umumnya disantap bersama opor ayam atau sayur lodeh.


Kata ketupat atau kupat berasal dari kata ngaku lepat yang artinya mengakui kesalahan. Dengan ketupat diharapkan muslim saling mengakui kesalahannya dan memaafkan satu sama lain.


Sama seperti tradisi jawa pada umumnya yang sarat makna, ketupat pun demikian. Bungkus yang terbuat dari janur melambangkan usaha tolak balak. Bentuk segi empat mencerminkan prinsip kiblat papat lima pancer atau kemanapun manusia menuju, pastilah slalu kembali kepada Allah.


Rumitnya anyaman ketupat mencerminkan berbagai macam kesalahan manusia. Sedangkan warna putih ketika ketupat dibelah mencerminkan kebersihan dan kesucian.


Selain untuk dimakan, ketupat juga menjadi sarana tolak balak. Yakni dengan menggantungnya di atas kusen pintu rumah dan kandang. 

Download Ngaji Gus Baha
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Seputar Fakta Lebaran Ketupat, Perayaan Setelah Idul Fitri yang Dinanti

Viral News

Iklan

iklan