Fakta Tentang: Konsumsi Gula di Bulan Ramadhan

Klikfakta.com
Selasa, 19 April 2022 | 04:43 WIB Last Updated 2022-04-20T11:38:57Z
Flashdisk Ebook Islami


KlikFakta.com, Jepara - 
Hai Sobat Fakta, tahukah kamu bagi sebagian orang minum es dan manis-manis adalah syarat buka puasa. Setiap sore bisa didapati banyak orang mengantre di outlet minuman. Sirup, es buah, sampai boba milk tea, semuanya dipadati para pencari takjil.


Biasanya penulis membuat minuman manis sendiri untuk berbuka. Terkadang sirup atau susu coklat. Tampak tidak menyehatkan, bukan? Tentu itu bukan penulis saja. Banyak orang melakukan hal serupa.


Ada alasan ilmiah mengapa kita lapar gula di bulan Ramadhan. Studi yang dilakukan Hibeh Shatila dkk dengan judul "Impact of Ramdan Fasting on Dietary Intakes Among Healthy Adults: A Year-Round Comparative Study" mengungkapkan orang cenderung mengonsumsi gula lebih tinggi di malam sampai fajar bulan Ramadhan karena adanya penurunan gula darah seharian saat puasa.


Jadi ketika kita berpuasa di siang hari, kadar gula darah menurun menyebabkan perasaan pusing dan lemas. Walhasil kita mencari tambahan energi ketika berbuka.


Tapi pernahkah terpikir oleh kita tentang kandungan gula dalam minuman tersebut?


Kekhawatiran soal bayaknya gula yang masuk dalam tubuh di masa Ramadhan tidak hanya ada di Indonesia, tapi juga skala global.


World Health Organization (WHO) merokemendasi jumlah asupan gula per hari bagi orang dewasa adalah 12 sendok teh atau sekitar 60 gram per hari. Jika ingin mendapatkan manfaat kesehatan, jumlah gula yang direkomendasikan adalah 6 sendok teh.


Mungkin sebagian kita akan berkata 60 gram jumlah yang banyak dan belum tentu kita akan mengonsumsi sebanyak itu. Tapi coba lihat berapa sendok sirup, susu, dan manisan yang ada di mangkuk es buah kita. 


Ada beberapa cara untuk mengontrol asupan gula di bulan Ramadhan, diantaranya:

  1. Usahakan untuk mengurangi jumlah gula dalam teh atau kopi.
  2. Minum lebih banyak air putih atau jika ingin berasa bisa memilih susu murni. Hindari minuman kemasan yang mengandung gula lebih banyak.
  3. Ganti cemilan kemasan jadi cemilan sehat seperti buah dan sayur.
  4. Makan lebih banyak protein dan fiber.
  5. Cobalah olahraga. Bisa setelah tarawih dan sesudah sahur. Olahraga yang baik akan mengubah pola pikir kita tentang makanan sehat.

Tidak ada yang bilang mengurangi asupan gula itu mudah. Apalagi di bulan Ramadhan es buah cenderung menjadi sakral. 


Kunci sukses dari mengatur pola makan adalah mencoba konsisten. Mulai kurangi asupan gula dan memulai pola hidup sehat. 


Penulis secara pribadi berpesan, persiapkan diri menjelang Idul Fitri. Jangan sampai Sobat Fakta mengonsumsi gula berlebih akibat bertamu di banyak rumah. 

(MM)

Download Ngaji Gus Baha
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Fakta Tentang: Konsumsi Gula di Bulan Ramadhan

Viral News

Iklan

iklan