Iklan

iklan

Petani Cabai di Kudus Mengeluh Harga Cabai Anjlok

Sabtu, 31 Juli 2021 | 17:13 WIB Last Updated 2021-07-31T10:13:38Z
Flashdisk Ebook Islami

Salah satu petani cabai mengambili cabai yang tanamannya sudah dicabuti  (foto : ra)

Klikfakta.com, KUDUS
- Petani cabai merah keriting di Kabupaten Kudus mengeluhkan adanya penurunan harga cabai yang berada dibawah 10 ribu per kilo. 


Diketahui, turunnya harga cabai disebabkan adanya kebijakan Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat yang diperpanjang sampai 2 Agustus 2021.


Hal ini dikeluhkan Widi salah satu petani cabai asal Desa Kesambi, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus. "Adanya penyekatan-penyekatan di pasar. Jadi para pembeli jadi takut ke pasar. Sudah dua bulan pasar sepi," kata Widi saat ditemui di sawah, Sabtu (31/7/2021).


Lanjut Widi, turunya harga cabai hingga 5-6 ribu per kilo menjadikan dirinya rugi hingga 70 persen. Pasalnya, untuk perawatan dan ongkos obat sendiri mahal.


"Saya baru menjual 3 kwintal cabai. Itu saja belum balik modal. Hanya cukup untuk membayar pekerja," ucapnya. 

Widi mencabuti tanaman cabainya yang harganya hancur (foto : ra)


Karena tidak ada harapan lagi, tambah Widi, pihaknya mencabuti tanaman cabainya agar bisa ditanami tanaman yang berpotensi menjadi uang.


"Ini cabai saya cabutin(tanaman cabai), mau tak ganti jagung," tandas dia.


Penurunan harga cabai ini adalah harga paling rwndah selama ia menjadi petani cabai.


"Tahun kemarin (2020) meski sudah ada corona, harga paling murah 15 ribu per kilo," jelasnya.


Ia berharap, semoga pemerintah dapat membatu petani cabai dengan menjadikan harga cabai diatas 10 ribu per kilo.


"Harapan petani seperti saya semoga harga bisa 10 ribu lebih lah, biar petani bangkit bisa buat modal lagi," harapnya.




Ra

Download Ngaji Gus Baha
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Petani Cabai di Kudus Mengeluh Harga Cabai Anjlok

Viral News

Iklan

iklan