Pemkab Kudus Berangkatkan Warga Yang Terkonfirmasi Positif Covid-19 untuk Isolasi Mandiri ke Donohudan Boyolali -->
Cari Berita

Pemkab Kudus Berangkatkan Warga Yang Terkonfirmasi Positif Covid-19 untuk Isolasi Mandiri ke Donohudan Boyolali

Klikfakta.com
Minggu, 06 Juni 2021


KlikFakta.com, KUDUS
- Pemberangkatan warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 dan menjalani isolasi mandiri ke asrama haji Donohudan, Boyolali dimulai. Warga yang semula menjalani isolasi mandiri di rumah dijemput polisi, TNI dan pemerintah desa untuk dikumpulkan di rusunawa sebelum diberangkatkan ke Donohudan.


Mereka dijemput dengan mobil polisi, bea cukai, hingga mobil pribadi. Sekitar pukul 16.30 mobil-mobil yang membawa warga yang menjalani isoman mulai berdatangan. Terlihat beberapa di antaranya dari kecamatan Bae, Kaliwungu, Kota hingga Undaan. 


Para warga yang dibawa itu didampingi Babinsa dna Babinkamtibmas serta perwakilan pemerintah desa. Mereka sekaligus membawa tas berisi pakaian ganti. 


Setibanya di rusunawa mereka di data. Dan sementara dikumpulkan di situ sembari menunggu yang lain. Sementara itu di depan rusunawa sudah terdapat bus-bus berderet. Yang siap mengantarkan ke Donohudan. Empat dari polisi dan dua dari dishub. Juga mobil ambulan dari dinas kesehatan.


 PLH Kadinkes Masut menyebut pengiriman warga yang semula menjalani isoman ke isolasi terpusat di Donohudan merupakan kebijakan yang diambil setelah melakukan rapat koordinasi dengan Kapolri dan Jenderal TNI. 


Target dalam pemberangkatan pertama kemarin ada 90 orang. Dari target tersebut hingga pukul 17.30 data warga yang masuk dari kecamatan baru 66. Sementara yang sudah diangkut ke rusunawa ada 22. 


"Kami harapkan dalam waktu tidak lama warga yang semula isoman bisa terdata dengan baik. Dan segera dibawa kesini. Untuk kemudian diarahkan ke isolasi terpusat di Donohudan," terangnya. 


Sementara target secara keseluruhan dia menyebut tergantung situasi dan perkembangan. Untuk saat ini ada 1320 warga yang menjalani isoman. Ada yabg sudah lama menjalani isoman dan tinggal satu atau dua hari saja. Ada pula yang baru akan menjalani isoman.


"Yang tinggal sedikit seperti tinggal sehari atau dua hari saja tentu bukan prioritas. Tapi yang masih membutuhkan isolasi lama itu prioritas kami untuk diisolasi terpusat," tuturnya. 


Pemindahan ke isolasi terpusat itu juga berlaku bagi ASN. Untuk ASN hari ini surat pendataan sudah dikirim ke masing-masing OPD. Data ditarget rampung malam ini. Sehingga sesuai rencana awal besok pagi pukul 09.00 akan diberangkatkan. 


"Jumlah di kami ada 180 ASN yang terkonfirmasi positif. Ini belum tentu semuanya kami berangkatkan. Tergantung pimpinan OPD dan waktu lama pendeknya menjalani isoman selama ini," tambahnya. 


Kapolres Kudus AKBP Aditya Surya Dharma menambahkan untuk proses penjemputan warga yang menjalani isoman dilakukan secara persuasif. Bersama TNI polri dan pemdes. 


Dilakukan dengan cara sembari memberikan edukasi jika di tempat isolasi terpusat itu lebih nyaman dan memiliki fasilitas lengkap. Mulai dari dokter, perawat, hingga obat-obatan. Termasuk soal makanan. 


"Di sana lebih baik. Kami harap warga memahami. Terlebih jika isolasi mandiri di rumah ada potensi ketidakdisiplinan terkait prokes. Untuk itu Isolasi terpusat ini agar warga bisa membatasi gerak," tuturnya. 


Untuk pemberangkatan itu pihaknya mengerahkan enam armada. Dengan tiap-tiap bus memiliki kapasitas 25-30 orang.

Flashdisk Ribuan Kitab PDF