Pemilihan Duta Wisata Kudus ke Dua Kalinya Ditiadakan, Ini Sebabnya! -->
Cari Berita

Pemilihan Duta Wisata Kudus ke Dua Kalinya Ditiadakan, Ini Sebabnya!

Kamis, 27 Mei 2021

Foto duta wisata tahun 2018 (foto : RA)

KlikFakta.com, KUDUS
- Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus, batal menggelar acara pemilihan Duta Wisata tahun 2021. Sebelumnya di tahun 2020 Disbudpar juga meniadakan pagelaran acara pemilihan Duta Wisata.


Hal ini dikarenakan, tingginya kasus covi-19 di Kabupaten Kudus. Sehingga, segala acara yang menggundang kerumunan ditiadakan.


Esti Aristiana, Kasi Promosi Bidang Pariwisata Disbudpar Kudus menjelaskan, pembatalan pemilihan duta wisata ini sudah tahun ke dua. Pasalnya, kasus covid-19 saat ini mengalami lonjakan.



"Untuk pemilihan Duta Wisata tahun ini ditaiadakan. Takut jika menimbulkan kerumunan. Apalagi pandemi yang belum berakhir, jadi kami memutuskan untuk meniadakannya terlebih dahulu, " katanya.


Lanjut Esti, untuk dana penyelenggaraan acara ini juga mengalami pemotongan. Sebab harus dialihkan untuk penanganan pandemi virus covid-19. 


Sehingga, acara pemilihan duta wisata memang tidak memungkinkan untuk diadakan. 

Kabid Pariwisata Disbudpar Kudus Endang Fitriyati (tengah) (foto : klikfakta.com)


Tujuan dipilihnya Duta Wisata, lanjut Esti, adalah untuk mempromosikan dan memperkenalkan wisata yang ada di Kudus kepada khalayak ramai. Untuk selanjutnya, kegiatan promosi pariwisata ini akan dialihkan ke promosi yang lebih efketif. 


"Kita akan mencari cara promosi yang lebih efektif untuk memperkenalkan potensi pariwisata yang ada di Kudus, " ungkap Esti. 


Sementara itu, Kabid Pariwisata Disbudpar Kudus Endang Fitriyati merincikan Kudus memiliki potensi wisata yang cukup tinggi. Di mana kabupaten yang memiliki julukan Kota Kretek ini mempunyai 21 destinasi tempat wisata (DTW) yang tersebar di setiap penjuru kabupaten. Mulai dari wahana wisata air terjun, pemandang indah pegunungan, wisata rekreasi keluarga hingga wisata religi. Baik yang dikelola pemerintah maupun yang dikelola pihak swasta. 


"Kita juga memiliki 28 desa wisata yang sudah mengantongi SK. Dan ada sekitar 54 rintisan desa wisata," katanya. 


Namun, kembali dibenturkan dengan kasus covid-19 di Kudus yang semakin naik, mulai hari ini, pihaknya telah melayangkan surat pemberitahuan ke semua pemilik tempat wisata untuk menutup semuanya. Tidak boleh ada tempat wisata yang boleh buka hingga waktu yang belum diketahui. 


"Semua tempat wisata ditutup total. Kita sudah berikan surat pemberitahuannya lewat pesang singkat maupun memberikan surat resminya secara langsung," pungkasnya. 


Hal itu dikatakan merupakan isntruksi langsung oleh Bupati Kudus HM Hartopo demi menekan angka penyebaran virus covid-19 di Kudus.



RA

Flashdisk Ribuan Kitab PDF