Iklan

iklan

Dukcapil Jepara Datangi Rumah Difabel dan Lansia Untuk Rekam KTP el

Klikfakta.com
Kamis, 08 April 2021 | 21:13 WIB Last Updated 2021-04-08T14:13:18Z
Flashdisk Ebook Islami

Caption : petugas Dukcapil Jepara saat lakukan perekaman KTP el dirumah Lansia (KF-YV)

KlikFakta.com
- Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) menargetkan perekaman KTP-el sebesar 5.777.755 jiwa pada Tahun 2021. Untuk itu, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Jepara terus menggenjot kepemilikan KTP el warga. Sampai akhir tahun lalu, dari 880.410 warga yang wajib memiliki KTP el, 868.006 warga sudah memiliki  KTP el dan 12.404 belum ber-KTP el. Artinya, sudah 98,59 persen warga Jepara sudah mengantongi KTP el atau tinggal 1,41 persen warga yang belum ber-KTP el.

 
Kepala Disdukcapil Kabupaten Jepara, Sri Alim Yuliatun menjelaskan warga yang belum memiliki KTP el sebagian besar terdiri dari kaum difabel, lansia dan eks Psikotik. Eks Psikotik adalah seseorang yang pernah mengalami gangguan kejiwaan dan telah dinyatakan sembuh oleh RS Jiwa. 


 
"Tiga kelompok masyarakat ini menjadi sasaran kami dalam kegiatan _home to home_. Tidak mungkin mereka datang ke kecamatan atau kantor Disdukcapil, sehingga kami yang harus mengunjungi mereka," kata Alim.
 


Ditambahkan, pelayanan _home to home_ ini dilakukan  bekerjasama dengan OPD terkait seperti Dinsospermades dan Disperkim serta pemerintah desa. Oleh karena itu dirinya berharap agar OPD terkait bersama pemerintah desa mengkomunikasikan kepada Disdukcapil jika ada warganya penyandang disabilitas, lansia dan eks psikotik belum memiliki KTP el. Disdukcapil akan mendatangi mereka dari rumah ke rumah. 


 
Selama Maret lalu, Disdukcapil berhasil melakukan perekaman 15 warga di 5 desa. 


 
Selain pelayanan perekaman KTP el, Disdukcapil juga melakukan jemput bola pemberian dokumen Akta Kelahiran dan Akta Kematian ke desa-desa. Hanya saja karena pandemi, jumlah pemohon dibatasi 30 orang. Selama Maret lalu pelayanan jemput bola berhasil menerbitkan 300 Akta kelahiran dan 11 Akta kematian. 


 
"Untuk memudahkan warga, sejak 2018 kami telah melakukan pelayanan secara online. Namun belum semua warga mampu mengakses pelayanan online tersebut secara baik sehingga untuk menjembataninya kami berikan pelayanan tatap muka secara terbatas di kantor desa," ungkap Alim.


 
Hal ini sebagai langkah utama agar sinkronisasi data tetap berjalan, terutama dalam mewujudkan satu data Indonesia yang diawali dengan data  pelayanan kependudukan.


(Yovieta)

Download Ngaji Gus Baha
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Dukcapil Jepara Datangi Rumah Difabel dan Lansia Untuk Rekam KTP el

Viral News

Iklan

iklan