Tiga Tahun Dirintis, Minuman Herbal Milik Sugih Mulai Dikenal di Kudus -->
Cari Berita

Hari Jadi Jepara

Hari Jadi Jepara

Tiga Tahun Dirintis, Minuman Herbal Milik Sugih Mulai Dikenal di Kudus

Selasa, 09 Maret 2021

Bunga telang yang sudah di racik menjadi minuman dan berkhasiat tinggi bagi tubuh (foto: klikfakta.com)

KlikFakta.com, KUDUS - Kabar gembira bagi para pecinta minuman herbal. Di pelataran toko Hasan Putra yang berada di sebelah barat Alun-Alun Simpang 7 Kudus tampak sebuah kedai sederhana yang menyajikan minuman-minuman herbal yakni Kedai D'ngimel.


Menariknya, kedai yang buka setiap hari Rabu-Senin tersebut menyediakan, Teh Biru, Teh Ketumbar, Teh Rosella, Teh Bidara, dan Teh Ungu, yang salah satu bahan bakunya di tanam sendiri.

Di kedai itu, seorang pria sedang meracik minuman berwarna biru di dalam gelas cup. Pria tersebut bernama Sugih Waskitho (39) asal Ponorogo.

Pria yang biasa di sebut Sugih itu mau berbagi kisahnya tentang usaha yang digeluti saat ini. Dia mengatakan, sudah berjualan minuman herbal sejak tahun 2018. Sebelum berjualan minuman herbal, ia pernah bekerja di salah satu maskapai ternama di Jakarta dan juga membuka angkringan di Tangerang.

"Saya merantau selama 10 tahun di Tangerang dan istri asli Kota Kudus.
Saya dan istri memutuskan untuk pulang ke kampung istri lantaran sesuatu hal," kata Sugih di lokasi jualan, Selasa (9/3/2021).

Dia mengaku bahwa awalnya berat untuk merintis minuman herbal ini, padahal teh herbal, terutama dari bunga telang warnanya unik, yakni berwarna biru bahkan bisa berunah menjadi ungu.

"Iya, awal buka orang-orang tidak melirik minuman herbal. Malah lebih memilih minuman sachet. Saya kira teh berwarna biru itu bisa cepat digemari masyarat," ucapnya.

Karena kebiasaan masyarakat, lanjut Sugih, yang lebih condong ke bahan-bahan kimia buatan yang rasanya enak dan manis, menjadikan minuman herbal yang dirasa aneh tersebut tidak langsung digemari.

Lanjut Sugih, ia memperkenalkan minuman herbalnya agak sulit, namun perlahan tapi pasti kini minuman herbalnya mulai di kenal masyarakat Kudus.

Masih kata Sugih, teh biru yang terbuat dari bunga telang contohnya, butuh proses dua tahun untuk memperkenalkannya di Kudus.

"Alhamdulillah, kini bunga telang jika dibuat teh berwana biru tersebut sudah banyak digemari masyarakat," ucapnya.

"Yang suka meminum teh biru tak hanya dari kalangan lansia. Malah banyak yang dari remaja," imbuh Sugih.

Pria yang sudah di karunia dua anak itu mengatakan, jika bunga telang bagus untuk berbagai macam penyakit, antara lain pengontrol gula darah, anti oksidan, anti inflamasi dan lain-lain.

Sugih mengaku, tak hanya menjual teh biru yang langsung diminum saja. Ia juga menyediakan teh biru kering (bunga telang yang sudah dikeringkan), Bidara, dan Rosella yang sudah dikemas cantik.

"Satu kemasnya saya jual berbeda-beda harganya. Untuk yang langsung minum ditempat saya beri harga Rp 3 ribu, untuk bunga telang kering dengan harga Rp 10 ribu isi 10 gram," jelasnya.

Kini usaha bunga telang kering di kedai D'ngimel berhasil di jual hingga ke Kota Tangerang, Mojokerto, Jogjakarta, dan kita-kota besar lainya di Indonesia.

"Saya berharap Kedai D'ngimel makin di kenal tak hanya di Kabupetan Kudus. Serta jadi pusatnya aneka minuman teh berkhasiat. Tentunya banyak peminatnya," tutup Sugih.





S Rahayu

Flashdisk Ribuan Kitab PDF