Akses Terhambat, Warga Gulang Kudus Pilih Mengungsi -->
Cari Berita

Akses Terhambat, Warga Gulang Kudus Pilih Mengungsi

Senin, 08 Februari 2021


Caption: Dengan menjaga jarak pengungsi Desa Gulang, Mejobo, Kudus, berada di Aula Balai Desa.

KlikFakta.com, KUDUS - Hujan deras yang terjadi beberapa hari belakangan mengakibatkan beberapa daerah di Desa Gulang, Kecamatan Mejobo, Kudus, Jawa Tengah, terendam banjir. Bahkan, puluhan warga yang mulanya menolak untuk mengungsi, akhirnya terpaksa mengambil keputusan untuk meninggalkan rumah mereka untuk sementara waktu.


Kepala Desa Gulang Aris Subkhan mengatakan, puluhan warga yang mengungsi berasal dari dua wilayah RT desa setempat. Tepatnya, di RT 5 dan 6, RW 6 yang mana wilayah tersebut tegenang air setinggi 30-80 sentimeter.


"Saat ini ada 58 pengungsi, terdiri dari mayoritas lansia, ibu-ibu, dan anak-anak. Ada sebagian yang masih bertahan di rumah masing-masing untuk menjaga harta bendanya," kata Aris.


Pihaknya juga mengungkapkan, mulanya warga menolah untuk mengungsi di aula balai desa Gulang. Lantaran, banjir yang melanda rumah menghambat akses sehari-hari.


"Awalnya tidak mau mengungsi. Pas kita membagikan bantuan menggunakan truk ke sana, sabtu siang, kita bujuk lagi untuk mau mengungsi, akhirnya mereka mau," terangya.


Awal penjemputan warga untuk mengungsi, lanjutnya, ada 23 warga yang ikut dievakuasi pada sabtu siang lalu. Kemudian, pada hari berikutnya, warga dari daerah terdampak banjir yang sama dengan sukarela datang untuk mengungsi ke balai desa, sejumlah 35 warga.


"Hari ini ada tambahan 5 warga lagi, jadi total hari ini ada 58 pengungsi," imbuhnya.


Di lokasi pengungsian, pihaknya telah menyediakan fasilitas yang diharapkan bisa memberikan kenyamanan bagi para pengungsi. Diantaranya, alas tidur berupa tikar, bantuan logistik, 4 MCK, dan ditambah bantuan dari Plt Bupati Kudus HM Hartopo berupa selimut.


Terkait dengan penerapan protokol kesehatan covid-19 di lokasi pengungsian, Aris menyebut sudah mengatur sedemikian rupa agar tidak menjadi klaster baru penyebaran virus corona. Salah satunya, memberikan sekat antara satu keluarga pengungsi dengan pengungsi lainnya. Dimana satu tikar untuk satu keluarga.


"Harapan saya, semoga genangan air bisa segera surut. Dan ada tindakan lebih lanjut, beruapa penormalisasian sungai, agar banjir langganan ini tidak semakin parah tiap tahunnya," pungkasnya.



S Rahayu

Flashdisk Ribuan Kitab PDF