Iklan

iklan

Pelaku Isolasi Mandiri Covid-19 di Jepara Akui Terima Bantuan dan Layak

Klikfakta.com
Selasa, 05 Januari 2021 | 11:49 WIB Last Updated 2021-01-05T04:49:22Z
Flashdisk Ebook Islami

Caption: Ilustrasi (KF.Istemewa).

KlikFakta.com, JEPARA
– Memasuki tahun 2021 ini, pandemi covid-19 ternyata belum usai. Pemerintah pun kini masih berupaya agar penyebaran virus tersebut dapat terkendali dengan berbagai cara. Salah satu upaya yang dilakukan adalah mengkarantina pasien yang positif covid-19 hingga mengisolasi pasien secara mandiri, dengan memberikan bantuan.


Hal itu seperti yang diakui oleh salah satu pelaku isolasi mandiri (Isman), warga Kecamatan Welahan Kabupaten Jepara, Mujiono. Ia menceritakan pengalaman saat melakukan Isman. Dirinya dinyatakan positif covid-19 sekitar sebulan lalu setelah dites swab. Sebelum periksa dan dinyatakan positif covid-19 oleh pihak rumah sakit di Jepara, ia sempat merasakan lemas dan letih. Kemudian periksa ke salah satu dokter, dan dianjurkan untuk periksa ke rumah sakit.


“Yang saya rasakan lemas, seperti orang mriyang. Namun tidak kunjung membaik. Lalu saya periksa ke salah satu dokter, saya dianjurkan untuk periksa ke rumah sakit, dan hasilnya saya dinyatakan positif covid-19,” ungkap Mujiono kepada klikfakta.com, Senin (5-1-2021).


Lebih lanjut dia menceritakan, setelah dirinya dinyatakan positif covid-19, akhirnya sang istri pun dites dan dinyatakan positif juga. “Karena situasinya begini, saya dan istri memiliki untuk melakukan karantina mandiri di rumah,” katanya.


Menurut dia, selama menjadi pelaku isman, dirinya menerima banyak sekali bantuan dari pemerintah. Ia menerima bantuan sembako. “Lumayan banyak bantuan yang saya terima, ada sembako lengkap, termasuk buah-buahan, dll. Kalau ditotal atau dirupiahkan lumayan juga, diatas Rp100 ribu,” terangnya.


Hal senada juga diakui oleh Ahmad, warga Kecamatan Nalumsari Kabupaten Jepara. Salah satu keluarganya ada yang positif covid-19 dan melakukan isman. “Ada bantuan dari pemerintah yang diterima sama saudara yang isolasi mandiri. Menurut saya, sudah layak karena untuk stok persediaan beberapa hari saja, dan secara komposisi juga sudah cukup lengkap,” katanya.


Sementara itu, Bupati Jepara, Dian Kristiandi mengatakan, masalah pandemi covid-19 menjadi masalah Bersama sehingga harus saling membantu dan mendukung. Jangan sampai ada peristiwa saling menyalahkan. Pihaknya juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah desa dan Satgas Jogo Tonggo yang selama ini menjadi salah satu garda yang juga penting dalam penanganan covid-19 di masyarakat.


“Pemerintah telah bekerja cukup maksimal dalam menangani persebaran Covid-19. “Dalam kondisi sekarang, kunci keberhasilan penanganan Covid-19 adalah jangan sampai kita tercerai-berai. Kita jangan saling menyalahkan, bahkan mencari kambing hitam. Kita semua tentu merasakan kondisi yang sekarang terjadi sekarang tidak menyenangkan, untuk itu mari bersama kita atasi pandemi ini bersama-sama,” ucap Dian Kristiandi.


Terkait besaran Bantuan Logistik (Banlog) yang selama ini diberikan kepada pelaku Isolasi Mandiri (Isman), sejak bulan Desember 2020 kemarin pemerintah telah berencana untuk menaikkan nilai Banlog pada tahun 2021 ini. Yakni dari Rp 109 ribu menjadi sekitar Rp 160 ribu per pelaku Isman. “Peningkatan nominal tersebut nantinya akan digunakan untuk menambah volume beberapa bahan pokok. Harapannya selama Isman, kebutuhan dasar dapat terpenuhi,” Jelas Bupati Jepara, Dian Kristiandi.


Editor : Ali Akbar.

Download Ngaji Gus Baha
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Pelaku Isolasi Mandiri Covid-19 di Jepara Akui Terima Bantuan dan Layak

Viral News

Iklan

iklan