Kades di Kudus Ubah Sawah Kebanjiran Jadi Wisata Perahu -->
Cari Berita

Kades di Kudus Ubah Sawah Kebanjiran Jadi Wisata Perahu

Klikfakta.com
Kamis, 24 Desember 2020

Caption : Beberapa pengunjung diajak berkeliling dengan perahu ke lahan persawahan yang kebanjiran (KF.SR). 



Klikfakta.com,KUDUS - Tingginya curah hujan di wilayah Kudus, membuat beberapa lahan persawahan terendam banjir. Tidak hanya menggenangi pemukiman warga, banjir juga menggenangi puluhan hetare persawahan.

Salah satunya di Desa Temulus, Kecamatan Mejobo, Kudus, Jawa Tengah. Ada 60 hektare sawah yang ada di Desa Temulus beberapa hari terakhir dipenuhi dengan air.


Namun, musibah ini di manfaatkan oleh Pemerintah Desa (Pemdes) bersama kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Desa Temulus, menjadi sektor wisata yang ampuh menarik animo masyarakat untuk berkunjung. Yakni menjadikan sawah yang kebanjiran menjadi destinasi wisata perahu.


Kepala Desa Temulus Suharto menyampaikan, banjir yang menggenang area persawahan desa setempat sejak 5 Desember lalu, menyebabkan beberapa area yang telah ditanami padi oleh petani mengalami puso.


"Ada sekitar 60 hektar area persawahan yang tergenang banjir setinggi antara satu hingga 1,5 meter. Dan sekitar 15 hektar diantaranya ada yang sudah ditanami padi," katanya.


Melihat kondisi tersebut, pihaknya bersama warga pun tidak pasrah begitu saja atas dampak yang diakibatkan oleh musibah banjir tersebut. Justru, area sawah yang tergenang banjir tersebut diubah menjadi wisata perahu.


"Sebelumnya, kami sudah punya wisata perahu di Sungai Juwana. Tapi, karena izin dari BBWS belum turun, jadi opersionalnya sementara ini mandek," imbuhnya.


Suharto menyebut, sejak pertama dibuka pada Minggu (13/12) kemarin, wisata perahu dengan tiket naik yang dibanderol seharga Rp 5 ribu tersebut langsung diserbu warga. Dalam sehari, ada sekitar 500 pengunjung yang berwisata di sana.


"Untuk naik perahu ini, cukup membayar Rp 5 ribu per orang. Pengunjung akan diajak berkeliling menyusuri sawah sepanjang dua kilometer dalam kurun waktu kurang lebih 20 menit," tuturnya.


Masih Kata Suharto, wisata perahu ini dibuka setiap hari untuk para pengunjung. Hanya saja, untuk pengunjung membludak pada akhir pekan.


Disamping itu, karena saat ini masih masa pandemi virus corona (covid-19), penerapan protokol kesehatan pada pengunjung pun diperketat. Diantarnya, diwajibkan memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, dan menjaga jarak satu sama lain.


Reporter : Siti Rahayu.

Editor : Ali Akbar.

Flashdisk Ribuan Kitab PDF