Santoso di Sebut - Sebut Terima Proyek Miliaran Dari PT. Jiale
Cari Berita

Santoso di Sebut - Sebut Terima Proyek Miliaran Dari PT. Jiale

Klikfakta.com
Kamis, 04 Juni 2020


Santoso Petinggi Desa Gemulung.
Klikfakta.com, JEPARA – PT. Jiale Indonesia Textile menyebut Petinggi Desa Gemulung Santoso menerima Proyek Sebesar Rp. 25m. Hal itu diungkap Perwakilan PT. Jiale Ho Zim Za saat kegiatan mediasi yang dilakukan Polres Jepara terkait perebutan Limbah PT. Jiale antara pihak santoso  melalui Kelompok Swadaya Masyarakat Santoso Bangkit dan H. Jamal selaku Vendor PT. Jiale yang selama ini mengelola limbah Selasa(02/06/2020).

Wakil Perusahaan PMA itu juga mengaku perusahaan sudah tidak tahan dengan tekanan dari Pemdes Gemulung. Selama ini Pemdes Gemulung dinilai sering mencari cari kesalahan Perusahaan tersebut. padahal Santoso selama ini sudah mengerjakan proyek sebesar Rp. 25 M, Bahkan ia juga mencontohkan pembangunan Bronjong yang katanya mendapat garansi selama sepuluh tahun nyatanya dalam setahun sudah rusak, sehingga ia harus memperbaiiki bangunan itu.

“Semua Proyek yang dikasih PT, Jiale kepada Santoso nilainya sekitar RP. 25M, pembuatan bronjong yang katanya digaransi 10 tahun belum satu tahun sudah longsor, kita minta perbaiki tidak ada perbaikan, sehingga kita perbaiki sendiri. Jadi kalau petinggi gemulung disebut tidak dapat apa – apa itu bohong” ujarnya.

Tak hanya bangunan yang rusak. Menurutnya, akibat ulah santoso perusahaan juga harus menanggung pajak sebesar RP. 600 jt beserta denda RP. 400 jt lantaran pajak proyek yang seharusnya dibayarkan oleh santoso tidak dibayarkan sehingga perusahaan yang menanggung permasalahan tersebut.

“Waktu kita mengasih proyek pak santoso kita di kenakan pajak 600 juta, belum sanksinya 400jt, karena santoso tidak menyerahkan pajak ke KPP Pratama” Jelasnya.

Sementara itu petinggi gemulung Santoso saat dihubungi Klikfakta.com membatah jika dirinya disebut menerima proyek hingga Rp. 25M, menurutnya kontrak antara PT. Jilale dengan perusahaannya hanya sebesar Rp. 8M itupun diluar pembayaran pajak tidak seperti yang dituduhkan PT. Jiale terhadapnya.

Selain itu ia juga menuding bahwa PT. Jiale masih memiliki tunggakan pembayaran sebesar Rp. 1,2M Yang belum dibayarkan dari tahun 2014. Ia mengaku heran permasalahan yang terjadi pada tahun 2014 kembali diungkit oleh pihak PT. Jiale. Terkait pernyataan itu ia akan menuntut PT. Jiale dengan tuntutan pencemaran nama baik.

“Ini mau saya tuntut pencemaran nama baik, kontrak perusahaan saya Cuma 8 Miliar, itupun lepas Pajak. Justru sampe sekarang saya belum dibayar total tagihan Rp. 1,2m, gara- gara bronjong longsor, saya punya buktinya.” ujar Santoso.

Editor : Ali/Aris.

Flashdisk Ribuan Kitab PDF