Sidak Galian C Ilegal di Desa Bungu, Polres Jepara Sita Alat Berat Dan Truk Dump -->
Cari Berita

Sidak Galian C Ilegal di Desa Bungu, Polres Jepara Sita Alat Berat Dan Truk Dump

Klikfakta.com
Senin, 27 Januari 2020

Alat Berat (Eskavator) yang disita Polres Jepara, saat sidak aktivitas galian C Desa Bungu Kecamatan Mayong, Kabuapten Jepara (KF.Istimewa)
Klikfakta.com, JEPARA – Aktivitas galian C ilegal di kabupaten Jepara kembali mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Jepara. Baru - baru ini,senin (27/01/2020) Pemerintah Kabupaten Jepara bersama Polres Jepara dan dinas terkait melakukan sidak ke sejumlah titik lokasi galian c di wilayah selatan kabupaten Jepara.

dalam sidak tersebut setidaknya ada empat titik tambang galian C yang dikunjungi oleh rombongan. Diantaranya di Dukuh Gondang dan Dukuh Beji Desa Bungu kecamatan Mayong. Dari tinjauan lapangan,  Polres Jepara akhirnya mengamankan sejumlah alat berat yang menjadi sarana aktivitas galian C. Yaitu  dua buah alat berat dan dua buah truk dump pengangkut material batu. Polisi juga langsung memberikan police line di area tambang galian C yang ada di Dukuh Beji.

Kapolres Jepara AKBP Nugroho Tri Nuryanto mengatakan, kepolisian akan melakukan tindakan terhadap aktifitas tambang yang diduga tidak berizin ini. Ada sejumlah alat bukti yang sudah diamankan, diantaranya pekerja, alat berat dan truk dump.

 “Ini (tambang) akan kita tindak tegas, sebab disinyalir tidak memiliki izin. Ini menyalahi aturan.  Dengan penindakan ini, minimal maka akan memberikan efek jera agar tidak ada lagi tambang ilegal di Jepara,” ujar Kapolres Jepara.

Sementara itu Plt Bupati Jepara, Dian Kristiandi mengungkapkan jika dari tinjauan lapangan tersebut memang didapati aktifitas tambang dengan mengerahkan alat berat. Pihaknya bersama dengan pihak kepolisian akan melakukan tindakan terhadap tambang yang tidak berizin. “Nanti akan dilihat dulu kelengkapan izinnya, jika memang tidak berizin maka akan ditindak,” kata Andi didampingi Kapolres Jepara.

Atas banyaknya aktifitas tambang tersebut, kata Andi, pihaknya menyarankan agar para pemilik tambang untuk mengurus perizinannya. Dengan begitu diketahui tempat-tempat mana saja yang direkomendasikan boleh dan tidak  untuk ditambang. Jika proses dan mekanismenya dilalui, Pemkab tentu akan mendukung.

“Bukan apa-apa, masyarakat harus memahami bahwa jika terjadi kerusakan lingkungan maka generasi penerus kita yang akan merasakan dampaknya. Banjir dan longsor misalnya tidak dapat dipungkiri salah satunya terjadi akibat dari aktifitas ini. Pohon yang harusnya bisa menampung air, karena aktifitas ini  sehingga air bablas dan menyebabkan longsor dan banjir,” jelasnya.

Sementara itu, Petinggi Desa Bungu Hartoyo mengakui jika di desanya terdapat puluhan titik tambang galian C yang sudah beroperasi sejak puluhan tahun lalu. Tambang itu, tidak hanya dimiliki oleh warga Desa Bungu tetapi juga dari luar desa. Hanya saja, dari aktifitas tambang tersebut, katanya, Pemerintah Desa justru tidak mendapatkan pemasukan.

“Saya sebenarnya lebih senang jika tidak ada lagi tambang, sebab bisa lebih tenang. Sebab, jika ada tambang saya banyak disalahkan oleh masyarakat, sementara desa juag tidak mendapatkan apa-apa. Justru jalan yang dibangun menggunakan anggaran desa cepat rusak dengan adanya aktifitas tambang,” katanya.

Editor : Ali Akbar.

Flashdisk Ribuan Kitab PDF