Petani Tulakan: Sejak Ada Galian C, Panen Menurun
Cari Berita

Petani Tulakan: Sejak Ada Galian C, Panen Menurun

Klikfakta.com
Jumat, 31 Januari 2020

Perwakilan penambang saat menyampaikan pendapatnya dalam forum mediasi antara petani dan penambang yang di gelar pemerintah Desa Tulakan. (KF.Ali).
Klikfakta.com, JEPARA –  Aktivitas galian C ilegal di Desa Tulakan selama ini dinilai menjadi penyebab menurunnya  jumlah panen mereka, pasalnya sejak ada aktivitas Penambangan jumlah panen petani menurun drastis. Hal tersebut disampaikan perwakilan petani di forum mediasi yang dilakukan pemerintah Desa Tulakan. Yang dihadiri oleh Petani, Tokoh Masyarakat, Penambang, Pemilik Lahan, Forkopimda Jepara serta ketua DPRD Kabupaten Jepara.

Sa’duni Perwakilan Poktan Jembangan Desa Tulakan mengaku selama ini aktivitas penambangan memberikan dampak yang cukup besar terhadap petani. Tidak hanya jebolnya tanggul irigasi pengairan, menurunnya jumlah panen juga dirasakan petani selama beberapa tahun terakhir.

“Semenjak adanya penambangan debit air sungai mulai berkurang, yang dulu kelompok kami bisa panen tiga kali setiap tahun, begitu ada penambangan berkurang menjadi dua kali, sekarang ini dua kali saja kita kesulitan” keluhnya.

Selain itu, kekeringan yang terjadi di beberapa Desa yang terjadi di Kecamatan Donorojo pada tahun ini juga dinilai akibat dari adanya aktivitas penambangan. Menurutnya, sejak adanya penambangan tersebut debit air sungai Desa juga berkurang.

“Penurunan debit air juga terjadi disungai dan sumur kami, selama ini di wilayah kami tidak pernah nganggsu air, tapi tahun kemarin kita ngangsu, karena sumur kering itu juga dampak dari penambangan” tandasnya.

Sementara itu Ketua DPRD Jepara Imam Zusdi Ghozali yang hadir dalam mediasi tersebut meminta agar aktivitas galian C yang tidak berizin untuk berhenti hal itu adalah hasil dari keputusan Forkopimda kab Jepara dan jika masih ada yang melanggar sebagai ketua dewan ia akan menuntut dan akan memberikan kausa hukum kepada jaksa pengacara negara.

“Keputusan dari forkopimda yang ditandatangi oleh plt bupati, Kapolres Jepara, Kajari dan yang lainnya memutuskan galian c yang tidak berizin tidak boleh menambang” tandasnya.

Untuk itu ia juga mempersilakan agar penambang yang belum memiliki izin untuk segera mengurus izin, dan meminta agar permasalahan ini juga tidak menimbulkan konflik antara warga Desa Tulakan.” Untuk itu setelah pertemuan ini saya harapkan agar tidak ada konflik antar warga, dan saya mau ada surat kesepakatan”. Katanya.

Reporter : Ali Akbar.
Editor : Wahyu KZ.