Petani: Galian C di Tulakan Penyebab Tanggul Jebol -->
Cari Berita

Petani: Galian C di Tulakan Penyebab Tanggul Jebol

Klikfakta.com
Rabu, 15 Januari 2020

Tanggul Pengairan Pertanian Jebol, diduga dampak dari aktivitas penambangan (KF.Istimewa).
Klikfakta.com, JEPARA – Sejumlah petani Desa Tulakan, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara mengeluhkan adanya aktivitas galian c di daerahnya, pasalnya kegiatan penambangan tersebut diduga ilegal. Selain itu akibat dari aktivitas penambangan itu membuat  satu – satunya tanggul pengairan yang mengaliri lahan petani Jebol.

H. Masrukan Ketua Kelompok Tani (POKTAN) Bakti Tani I Tulakan menjelaskan, penolakan petani terhadap aktivitas galian c tersebut sudah terjadi sejak lama. Hal itu  lantaran, kawasan tersebut merupakan pengaman saluran bendungan yang mengairi lahan pertanian dibeberapa Desa.

“Sebenarnya sudah dari dulu kita menolak kalau disitu dilakukan penambangan, karena kawasan tersebut adalah pengaman saluran bendungan, kalau diambili kami khawatir jebol dan sekarang terbukti jebol”. Jelasnya.

Menurutnya, selama ini protes maupun aksi demo yang dilakukan petani tidak pernah ditanggapi dengan serius oleh pemerintah setempat maupun aparat yang berwenang. Untuk itu saat ini ia mengaku  pasrah dan hanya berharap Pemerintah dan pihak yang berwenang untuk bertindak, mengingat pentingnya kawasan tersebut sebagai penunjang pertanian di Desanya.

“Dulu (2018) sudah pernah kita demo dan saat itu sudah ada keputusan bersama antara Petani, Kapolsek dan Camat bahwa penambangan tersebut dihentikan dulu sebelum ada izin. Namun nyatanya hanya berhenti dua hari saja, jadi sekarang kita hanya pasrah, petani seperti tidak dianggap” ujarnya.
Aktivitas Galian C di Desa Tulakan, Kecamatan Donorojo Kabupaten Jepara.

Saat di konfirmasi,  Budi Sutisno Petinggi Desa Tulakan Selasa (14/01/2020) mengaku sudah menerima keluhan dari sejumlah petani atas jebolnya tanggul pengairan tersebut. Menurutnya, penybab jebolnya tanggul dikarenakan adanya penurunan permukaan tanah dan penipisan dinding tanggul akibat aktivitas penambangan.

“Seharusnya dari lokasi penambangan dan tanggul aliran air diberi jarak hingga enam meter, tapi justru saat ini jaraknya hanya tersisa sekitar dua meter, ya pasti jebol apalagi memasuki musim penghujan” jelasnya.

Lebih lanjut, saat ini sudah mengkomunikasikan hal tersebut kepada pengusaha tambang, agar dilakukan pembetonan tanggul yang berada diskitar lokasi penambangan. Seperti apa yang di minta oleh petani, namun menurutnya pengusaha tambang sampai saat ini menolak tuntutan petani.

“Petani mintanya dibeton agar tidak jebol lagi, saya sudah mengutus ladu desa untuk bicara dengan penanggung jawab pertambangan tersebut, namun pengusaha tambang tidak mau, katanya jika yang dirusak bangunan mereka akan mengganti bangunan, karena yang jebol tanggul tanah ya mereka hanya akan menutupnya kembali dengan tanah” ujarnya.

Reporter : Ali/Aris.
Editor : Wahyu KZ.

Flashdisk Ribuan Kitab PDF