Tingkatkan Mutu Mahasiswa, Prodi KPI IAIN Kudus Gelar Workshop Pengembangan Kurikulum
Cari Berita

Tingkatkan Mutu Mahasiswa, Prodi KPI IAIN Kudus Gelar Workshop Pengembangan Kurikulum

Klikfakta.com
Rabu, 18 September 2019

Rektor IAIN Kudus, Mudzakir saat memberikan sambutan pembukaan acara workshop pengembangan kurikulum Prodi KPI Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (KF-08)
 klikFakta.com, KUDUS – Di tengah perkembangan zaman yang sedemikian rupa, Program Studi (Prodi) Komunikasi & Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam IAIN Kudus terus melakukan upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi, khususnya bagi para mahasiswa. Kali ini, Prodi KPI menggelar kegiatan Workhshop tentang Pengembangan Kurikulum. Kegiatan dilaksanakan di aula gedung Rektorat lantai III, Selasa (17/9/2019).

Hadir sebagai narasumber dua asesor BAN-PT (Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi) yakni Najahan Musyafak (UIN Walisongo Semarang), dan Nawari Ismail (Universitas Muhammadiyah Yogyakarta). Selain kedua asesor BAN-PT tersebut, juga ada Masturin, selaku Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam yang menjadi narasumber. Acara dipandu oleh moderator Saliyo, yang juga Wakil Dekan I Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam IAIN Kudus.

Acara dibuka oleh Rektor IAIN Kudus, Mudzakir. Dalam sambutannya, Mudzakir mengatakan, kurikulum sangat penting bagi dunia pendidikan, apalagi sebagai perguruan tinggi. Untuk itu, sangat dibutuhkan pengembangan-pengembangan kurikulum agar mampu menjawab tantangan jaman terutama di era 4.0 ini.

Hal senada juga dikatakan Ketua Prodi KPI, Riza Zahriyal Falah. Menurut Riza, melalui pengembangan kurikulum tersebut diharapkan mampu memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kebutuhan dan pemenuhannya bagi para mahasiswa di Prodi KPI.
Sesi doa sebelum dimulai acara workshop KPI. (KF-08)
“Mata kuliah yang diberikan kepada mahasiswa jelas diharapkan agar mereka memiliki kualifikasi yang bagus ketika lulus,” katanya.

Sementara itu, dalam pemaparannya, Najahan Musyafak mengemukakan, untuk memenuhi kebutuhan maka masyarakat perlu ditanya kebutuhannya apa, agar pengembangan kurikulum tidak terserabut dari kebutuhan masyarakat, termasuk kebutuhan pengguna lulusan.

“Jika kebutuhan masyarakat dan pengguna lulusan sudah diketahui, maka perlu dipenuhi melalui pengembangan kurikulum,” kata Najahan.

Sedangkan Nawari Ismail, mengungkapkan jika kurikulum harus senantiasa dilihat dan disesuaikan dengan latar belakang seperti sikologis, antropologi perguruan tinggi. “Hal tersebut berdampak positif karena menjadi ciri khas mahasiswa KPI di setiap daerah,” ucapnya.

EDITOR: WAHYU KZ

Flashdisk Ribuan Kitab PDF