Kehebohan Tradisi Perang Obor Jepara -->
Cari Berita

Kehebohan Tradisi Perang Obor Jepara

Klikfakta.com
Selasa, 06 Agustus 2019

Atraksi perang obor di Desa Tegalsambi, Tahunan, Jepara. (istimewa)
klikFakta.com, JEPARA - Ribuan orang berbaris di sepanjang Jalan Desa Tegalsambi, Kecamatan Tahunan, Jepara, Senin (5/8/2019) malam. Seperti tahun-tahun lalu dalam merayakan sedekah bumi dan perang obor, mereka menunggu momen saat pasukan obor saling serang.

Suasana menjadi riuh saat api mulai disulut pada obor yang terbuat dari pelepah daun kelapa dan daun pisang. Pasukan obor terbagi dalam dua kubu. Mereka saling hantam. Saling memukulkan obor pada lawan.

Sebelum perang dimulai, prosesi bermula dari ritual pelepasan dari kediaman Kepala Desa Tegalsambi. Rombongan pasukan obor diawali oleh Petinggi Desa Tegalsambi.
Sesampainya di perempatan desa, sesepuh berdoa. Sampai akhirnya satu obor disulut.
Suara gemuruh penonton menggema saat api mulai membara. Pasukan obor yang terdiri dari puluhan orang laki-laki terbagi dalam dua kelompok.

Masing-masing mulai menyalakan obor. Setelah tersulut, mereka mendatangi lawan yang sudah membawa obor. Sorak sorai penonton menggema saat mereka saling pukul pakai obor. Seketika percikan api membumbung dan beterbangan. Di tengah pasukan saling pukul, suara histeris ribuan penonton menambah semarak prosesi perang.
Tradisi perang obor ini berbeda dengan perang pada umumnya. Meski saling serang namun tak ada dendam antar-pasukan obor. Para peserta merupakan warga asli Desa Tegalsambi. Ratusan obor yang telah disedikan habis dalam waktu kurang dari satu jam. Hal itu merupakan pertanda perang obor telah usai.

Setelah perang usai, masing-masing peserta perang melumuri tubuh menggunakan ramuan berupa air kelapa yang telah dicampur berbagai kembang. Ramuan itu dipercaya bisa menyembuhkan luka bakar. Kembang yang dicampur pada ramuan itu diambil oleh seorang Petinggi Desa Tegalsambi setiap malam Jumat sebelum tradisi digelar. Saat meramu, tak lupa doa pun dipanjatkan.

Bahkan pengunjung yang datang pun ikut melumuri kulit dengan ramuan tersebut. Sebab, sejumlah pengunjung juga ikut terkena imbas percikan api. Ada yang sekadar merah kulitnya, pun ada yang sampai melepuh.

Flashdisk Ribuan Kitab PDF