Pusat Kajian Ratu Kalinyamat Akan Berdiri di Jepara
Cari Berita

Pusat Kajian Ratu Kalinyamat Akan Berdiri di Jepara

Klikfakta.com
Selasa, 23 Juli 2019

Plt Bupati Jepara Dian Kristiani, Rektor Unisnu Sa'dullah Assaidi dan perwakilan dari Yayasan Darma Bhakti Lestari bertemu di Pendopo Kabupaten Jepara. (KF - ZQ) 


klikFakta.com, JEPARA -  Pusat Kajian Ratu Kalinyamat akan segera didirikan di Unisnu Jepara. Pusat kajian ini merupakan hasil kesepakatan (MoU) dari Yayasan Darma Bhakti Lestari (YDBL) dengan universitas NU itu. Penandatanganan MoU ini dilakukan di Pendopo Kabupaten Jepara, Selasa (23/7/2019) bersamaan dengan pelepasan mahasiswa KKN.

Ketua Tim Kajian Ratu Kalinyamat YDBL, Ratno Lukito menyampaikan, keberadaan pusat kajian ini nanti  tidak hanya selesai pada gelar pahlawan nasional bagi Ratu Kalinyamat. Melainkan akan terus pada kajian-kajian akademis lainnya tentang kalinyamat.

“Keberadaan kajian ini juga membuktikan bahwa ketokohan Ratu Kalinyamat itu ada dan memiliki prestasi. Hal itu dibuktikan dari catatan-catatan Portugis. Serta hasil kajian yang dilakukan sejarawan, akademisi, dan arkeolog,” kata Ratno.

Digandengnya Unisnu, lanjut Ratno, lantaran dianggap mampu untuk melakukan kajian-kajian akademis secara bersama secara objektif. “Nanti akan bersama-sama Unisnu memajukan dan menyempurnakan pengajuan Ratu Kalinyamat kepada pemerintah,” imbuhnya.

Lebih lanjut Ratno menyampaikan, pihaknya sebetulnya sudah bekerja 7 hingga 8 bulan ini untuk mencari bukti-bukti tentang keberadaan dan kiprah Ratu Kalinyamat. Pengajuan kalinyamat menjadi pahlwan nasional akan dilakukan tahun depan, sambil menunggu kelengkapan syaratnya. Termasuk bukti akademis yang nanti akan disepurnakan di pusat kajian ini.

“Keberadaan pusat kajian ini juga untuk meyakinkan bahwa kalinyamat layak jadi pahlawan nasional. Bukti akademik penting utk pengajuan ini. Tim juga sudah berhasil mendapatkan buku-buku tentang kalinyamat,” jelasnya.

Pusat kajian ini didalamnya terdiri dari berbagai elemen. Selain dari Unisnu dan tim dari YDBL, pusat kajian juga akan melibatkan para sejarawan, arkeolog dan ahli-ahli lainnnya yang mendukung kajian ini.

“Nanti terdiiri dari berbagai elemen ada arekolog hingga sejarawan dari berbagai universitas lain. Termasuk juga tokoh-tokoh dari Jepara yang mengerti tentang kalinyamat ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Jepara menyambut baik kehadiran pusat kajian Ratu Kalinyamat yang digagas Yayasan Darma Bhakti Lestari bersama Unisnu Jepara. Sebab, tidak hanya mengusulkan gelar pahlawan nasional bagi Ratu Kalinyamat, pusat kajian juga dapat jadi rujukan akademik berkait Ratu Kalinyamat. 

“Hari ini para pakar cendikia melakukan penelitian mengusulkan Ratu Kalinyamat sebagi pahlawan nasional. Kami mendukung kajian ini, ide yang sangat baik dan saya yakin akan memberikan banyak manfaat buat Jepara,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Jepara, Dian Kristiandi, di pendapa Kabupaten Jepara.

Rektor Unisnu Jepara, Sa’dullah Assaidi menambahkan, pusat kajian akan menerjemahkan situs, peninggalan, Ratu Kalinyamat secara keilmuan. Juga terbuka bagi masyarakat yang ingin bergabung serta melakukan kajian tentang Ratu Kalinyamat.

Penulis : Ahmad Zaenal Mustofa
Editor : Ahmad Zaenal Mustofa


Flashdisk Ribuan Kitab PDF