Kekeringan, Ratusan Hektar Padi Terancam Gagal Panen
Cari Berita

Kekeringan, Ratusan Hektar Padi Terancam Gagal Panen

Klikfakta.com
Kamis, 18 Juli 2019

klikFakta.com, JEPARA -  Musim kemarau yang melanda wilayah Indonesia saat ini cukup memberikan dampak terhadap dunia pertanian. Pasokan air untuk irigasi pertanian menjadi berkurang bahkan tidak ada lagi sehingga dampaknya ratusan hektar areal padi di Kabupaten Jepara kini rusak dan terancam gagal panen. Kini petani bersiap untuk merugi lantaran sebagian besar, padi tersebut tidak didaftarkan program asuransi.

Berdasarkan data dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Jepara hingga 30 Juni 2019, total ada 454 hektar padi yang terancam gagal panen. Ratusan hektar lahan pertanian yang rusak itu tersebar di tiga kecamatan yakni yakni Kedung, Pecangaan dan Jepara.

Di Kecamatan Pecangaan ada dua desa di Gerdu dan Kaliombo degan total 110 hektar. Kecamatan Kedung menjadi wilayah yang paling banyak terdampak. Total ada 314 hektar yang tersebar di delapan desa seperti Kalianyar, Surodadi, Menganti, Wanusobo, Sowan Lor, Sowan Kidul, Karangaji dan Kedungmalang.

Sementara di kecamatan Kota ada dua desa yakni Bandengan dan Kuwasen yang terdampak kekeringan ini.

Kepala DKPP Kabupaten Jepara Achid Setiawan menyampaikan, untuk menentukan padi tersebut puso atau gagal panen dilakukan oleh petugas fungsional Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) dari Dinas Pertanian propinsi.

“Nanti yang menentukan puso tidaknya oleh POPT,” kata Achid.

Ketika ditanya terkait dengan asuransi bagi padi milik petani, Achid menyebut jika penggantian dari asuransi bisa dilakukan jika padi tersebut sudah didaftarkan sebelum tanam.

“Untuk yang mendapatkan asuransi harus sebelumnya didaftarkan sebelum tanam, jika tidak maka tidak bisa,” imbuhnya.

Sementara itu, Ahmad, salah seorang petani di Desa Rengging Kecamatan Pecangaan mengaku jika saat ini meskipun ketersediaannya berkurang, namun padi miliknya masih cukup mendapatkan pasokan air.

“Masih cukup, meski harus bergantian dengan petani lain. Air yang sedikit juag membuat proses pengairan di sawha membutuhkan waktu ayng panjang,” katanya.

Penulis : Ahmad Zaenal Mustofa
Editor : Ahmad Zaenal Mustofa


Flashdisk Ribuan Kitab PDF