BPBD Sosialisasikan Sekolah Aman Bencana ke Siswa Baru
Cari Berita

BPBD Sosialisasikan Sekolah Aman Bencana ke Siswa Baru

Klikfakta.com
Senin, 15 Juli 2019

M.Zainuddin dari BPBD Jepara memberikan sosialisasi sekolah aman bencana di SMAN 1 Nalumsari. (foto : BPBD Jepara)
klikFakta.com, JEPARA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPB) Jepara mengambil langkah progresif dalam memberikan sosialisasi dan mitigasi bencana kepada warga masyarakat. Yang terbaru dilakukan yakni memberikan sosialisasi dan mitigasi bencana kepada siswa baru di sejumlah sekolah. Senin (15/7/2019) ini, dua sekolah yang mendapatkan sosialisasi sekolah aman bencana yakni SMPN 1 Kalinyamatan dan SMAN 1 Nalumsari.

Dalam kesempatan itu juga diserahkan bantuan rambu-rabu titik kumpul oleh BPBD Jepara kepada sekolah.

“Sosialisasi dan mitigasi bencana sejak dini ini sengaja menyasar siswa baru agar siswa juga mengenal potensi bencana yang ada di lingkungan sekolah. Hal ini lantaran sekolah merupakan rumah kedua bagi siswa,” kata Anggota BPBD Jepara M. Zainudin di SMPN 1 Kalinyamatan.

Zainudin mengungkapkan, dalam kegiatan  sosialisasi sekolah aman bencana ini para siswa akan mendapatkan beberapa materi kebencanaan, mulai dari penegrtian bencana, jenisnya hingga penanganannya.

“Prinsipnya sekolah aman bencana adalah sekolah yang mengakui dan melindungi hak anak dengan menyediakan suasana dan lingkungan yang menjamin proses pembelajaran, kesehatan dan keamanan siswanya setiap saat,”jelas Zainudin merujuk pada Peraturan Kepala BNPB No. 4 tahun 2012 tentang Pedoman Sekolah/Madrasah Aman Bencana.

SMPN 1 Kalinyamatan, kata Zainudin, diambil menjadi bagian dari sasaran sosialisasi lantaran berada di daerah yang kerapkali dilanda bencana banjir yaitu di Desa Batukali Kecamatan Kalinyamatan.

“Di Batukali kan setiap musim penghujan sellau menjadi daerah yang rawan bencana banjir, sehingga ini harus disampaikan kepada siswa,” ujar Zainudin, Senin (15/7/2019).

Para siswa, lanjut Zainudin, harus mengetahui tanda-tanda datangnya banjir. Itu seperti naiknya permukaan air sungai. Hujan lebat yang berlangsung lama hingga perubahan warna air sungai.

“Jika sudah tahu mau ada banjir, maka barang-barang yang penting harus segera diselamatkan ke tempat yang lebih tinggi. Kalau di sekolah, dokumen penting, buku-buku pelajaran bisa dinaikan ke atas almari,” terang pria yang biasa disapa Poten ini.

Zainudin juga menjelaskan jika antisipasi terhadap bencana khususnya banjir, tidak hanya dilakukan di sekolah, namun juga di lingkungan tempat tinggal. Itu seperti menyiapkan ban dalam bekas untuk digunakan sebagai pelampung. Kemudian segera mengungsi jika banjir di lingkungan tempat tinggal semakin tinggi.

Lebih lanjut Zainudin mengatakan jika selain dua sekolah itu, kegiatan sosialisasi sekolah aman bencana juga akan dilakukan untuk dua hari ke depan. Masing-maisng yakni Selasa (16/7/2019) di SMPN 1 Pakisaji dan SMAN 1 Monggo serta pada Rabu (17/7/2019) di SMPN1 Keling dan SMAN 1 Donorojo.

Penulis : Ahmad Zaenal Mustofa
Editor : Ahmad Zaenal Mustofa

Flashdisk Ribuan Kitab PDF