Bau Menyengat, Warga Protes Kandang Ayam di Somosari Jepara
Cari Berita

Bau Menyengat, Warga Protes Kandang Ayam di Somosari Jepara

Klikfakta.com
Selasa, 11 Juni 2019

Sejumlah warga memasang spanduk penolakan pada kandang ayam. (KF-WKZ)
klikFakta.com, JEPARA – Bau menyengat dirasakan sejumlah warga akibat keberadaan kadang ayam di RT 1/RW I, Desa Somosari, Kecamatan Batealit. Ada warga dari tiga desa yang protes, yakni Desa Bringin, Desa Somosari, dan Desa Mindahan pada Minggu (9/6/2019).

Salah seorang warga, Muhammad Iklil mengemukakan, kandang ayam itu berdiri di perbatasan tiga desa. Yaitu sebalah utara Desa Bringin (RW I), Desa Mindahan (RT 4/RW IV), dan Desa Somosari (RT 1/RW I).

Jarak kandang ayam dengan pemukiman RW I Desa Bringin hanya berjarak sekitar 200 meter. Sementara pemukiman Desa Mindahan di RW IV hanya berjarak sekitar 12 meter. Dengan pemukiman Desa Somosari hanya berjarak sekitar 20 meter.

"Kandang ayam itu tepat berada di timur perempatan di tiga pertemuan desa itu. Bau menyengat terjadi sekitar tiga pekan. Atau setelah kandang ayam itu beroperasi. Sedangkan kandang beroperasi sejak beberapa pekan lalu," ujar Iklil kepada klikFakta.com.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun klikFakta.com, beroperasinya kandang ayam itu terjadi setelah beberapa warga diminta tanda tangan. Tapi tidak semua warga mau tanda tangan. Hanya orang tertentu yang dimintai tanda tangan.

Warga sebenarnya sudah melayangkan protes ke pemilik kandang yang diketahui oleh warga bernama Mustaqim asal Troso, Pecangaan, Jepara agar kandang jangan dioperasikan terlebih dahulu. Itu karena kandang ayam yang di awal pendirian tidak berbau ternyata dalam perjalannya berbau.

Sejak awal mau didirikannya kandang ayam, warga sekitar tidak setuju, tetapi tidak dihiraukan pemilik, namun pihak pemilik masih memaksa untuk mendirikan pabrik tersebut. “Mok izini rak mok izini tetep tak bangun, wong tanah-tanahku dewe,” ujar salah satu penjaga kandang ayam Karno dengan nada tinggi. Kata-kata itu muncul sebelum kandang ayam itu berdiri seperti ditirukan salah seorang warga, Hana.

Bentuk protes warga tidak hanya melalui lisan, namun warga yang menolak keberadaan kandang itu juga memasang spanduk penolakan. Dengan beberapa tulisan. Warga berharap kandang ayam segera ditutup.

”Kalau malam dan pagi bau lipur dari kandang ayam sangat menyengat,” tandas Iklil.

EDITOR : WAHYU KZ

Flashdisk Ribuan Kitab PDF