Bergejolak !! Warga Tolak Keluarnya Truck Limbah PLTU
Cari Berita

Bergejolak !! Warga Tolak Keluarnya Truck Limbah PLTU

Klikfakta.com
Rabu, 13 Maret 2019

Kerumunan Warga yang menghadang truk limbah PLTU (KF.Ali akbar)
Klikfakta.com, JEPARA - Warga sekitar PLTU Kab. Jepara  menghadang keluarnya truck pengangkut limbah jenis Scrub,Ratusan warga yang menghadang di depan pintu keluar PLTU Tanjung Jati B, guna meminta penjelasan terkait dana hasil penjualan limbah yang di lakukan PT. Murinda Iron Stell salah satu subcont pembangunan PLTU unit 5 - 6. Hal itu di sampaikan Nur Rohman salah satu warga Desa Kaliaman saat di temui klikfakta Selasa (13/03/2019)

"Kami memang sengaja menghadang truck muatan limbah scrub agar tidak melintas, karena selama ini tidak pernah ada penjelasan terhadap warga dari hasil penjualan limbah" ujar Nur Rohman

Aksi penghadangan ini adalah bentuk kekecewaan warga, Pasalnya
sebelum melakukan penghadangan, warga sudah berupaya meminta pihak menejemen PT. Murinda Iron Stell untuk memberi penjelasan terkait hasil penjualan limbah tersebut, namun sampai saat aksi penghadangan pihak menejemen tidak pernah memberikan jawaban yang jelas kepada warga.

"Apa susahnya, Kami hanya ingin tahu, berapa jumlah volume limbah yang di jual, berapa hasilnya, peruntukan nya untuk apa saja,namun sampai sekarang pihak murinda tidak memberikan jawaban" ujar Nur Rohman

Selain itu Abdul Wahab warga Desa Tubanan sekaligus ketua LSM Bhagaskara mengungkapkan, aksi ini dilakukan warga untuk memberikan efek jera kapada pihak menejemen dan juga sekaligus mempertanyakan dana CSR (Corporate sosial Responbility) dari perusahaan Subcont PLTU yang selama ini tidak pernah ada penjelasan kepada warga.

"Selama ini kenapa tidak ada kejelasan CSR dari subcont PLTU,makanya aksi ini di lakukan warga untuk memberikan efek jera Kepada menejemen PLTU" Ujar Wahab

Dirinya juga mengaku kecewa karena selama ini pihak Murindo tidak pernah memberikan konpensasi ke masyarakat , padahal kompensasi yang di minta warga bukan untuk kepentingan pribadi tapi justru untuk kepentingan masyarakat.

"Selama ini tidak pernah ada konpensasi kepada masyarakat" Tandas wahab

REPORTER : ALI AKBAR F
EDITOR : WAHYU KZ

Flashdisk Ribuan Kitab PDF