6 Bulan Gaji Tak Cair, Guru Honorer di Jepara Jalan Kaki Puluhan Kilometer -->
Cari Berita

6 Bulan Gaji Tak Cair, Guru Honorer di Jepara Jalan Kaki Puluhan Kilometer

Klikfakta.com
Minggu, 01 Juli 2018

Sejumlah guru honorer mengikuti aksi jalan kaki puluhan kilometer menuju kantor Bupati Jepara menuntut hak mereka. (KF/dcoc.)
klikFakta.com, JEPARA – Guru honorer atau guru tidak tetap (GTT) di Kabupaten Jepara tengah berjuang untuk mendapatkan hak mereka dengan berbagai cara. Salah satunya berjalan puluhan kilometer atau longmarch dari wilayah Kecamatan masing-masing menuju kantor Bupati Jepara.

Aksi mereka dimulai dari titik kumpul yang terbagi dalam beberapa wilayah, terutama wilayah paling ujung utara berkumpul di petilasan Ratu Kalinyamat Kecamatan Donorojo, sedangkan wilayah ujung selatan Jepara berkumpul di kawasan ari-ari Kartini Kecamatan Mayong. Mereka menggelar doa bersama sebelum memulai aksi jalan kaki menuju kantor bupati. Jarak wilayah paling ujung Jepara dengan Kantor Bupati Jepara mencapai puluhan kilometer.

Para guru honorer mengenakan seragam Persatuan Guru Republi Indonesia (PGRI). Beberapa guru ada yang membawa bendera merah putih dan bendera FKGTT Jepara. Ada pula yang membawa poster bertuliskan “Pemerintah Gagal Sejahterakan Honorer” dikalungkan di leher. Aksi jalan kaki ini serempak dilakukan dari tiap-tiap kecamatan.

Ketua FKGTT-K2 Jepara, Ahmad Choiron menyampaikan, tepat pukul 08.00 mereka memulai aksi berjalan. Jelang siang, puluhan guru honorer dari Kecamatan Donorojo bertemu dengan guru honorer dari Kecamatan Keling. Bersama-sama mereka berjalan kaki menuju kantor bupati.

“Honorer yang dari Kecamatan Kembang bergabung di Taman Kembang. Lalu kami melanjutkan perjalanan sampai Wedelan, honorer dari Kecamatan Bangsri bergabung,” tutur Choiron, Sabtu, 30 Juni 2018.

Choiron melanjutkan, perjalanan dimulai pada Sabtu, 30 Juni 2018 dan akan dilanjutkan Minggu, 1 Juni 2018. Selanjutnya akan berkumpul di gedung kesenian Jepara, untuk bermalam kemudian pada Senin 2 Juni 2018 akan menemui Bupati Jepara di kantornya.
 “Malam yang pertama untuk wilayah utara bermalam di Desa Srobyong, sedangkan yang dari selatan bermalam di lapangan Ngabul. Semula kami mau transit di SD Negeri Tahunan 1, tapi karena tidak muat kami izin ke desa untuk mendirikan tenda di lapangan Ngabul buat bermalam,” beber Choiron.

Untuk menggelar aksi jalan kepung kantor bupati, Choiron menambhakan, para guru honorer patungan. Itu untuk keperluan makan dan minum selama aksi jalan kaki. Namun, tak sedikit pula guru, pensiunan guru, dan masyarakat yang turut andil memberikan bantuan.

Choiron menambahkan, peserta aksi jalan kaki dan ratusan guru honorer akan mengepung Kantor Bupati Jepara pada, Senin, 2 Juli 2018. Mereka hendak menyuarakan aspirasi. Di antaranya, meminta revisi Peraturan Bupati Nomor 29 Tahun 2018. Serta menuntuk peningkatan kesejahteraan guru honorer.

klikFakta.com/Wahyu KZ

Flashdisk Ribuan Kitab PDF