Bundaran Ngabul Satu Arah, Warga Sekitar Menjerit -->
Cari Berita

Bundaran Ngabul Satu Arah, Warga Sekitar Menjerit

Klikfakta.com
Senin, 21 Mei 2018

Sejumlah warga di sekitar bundaran Ngabul Jepara melakukan pertemuan membahas kebijakan jalur satu arah. (KF-089)
klikFakta.com, JEPARA – Setelah sekian lama jalan di kawasan bundaran Ngabul, Jepara satu arah hanya bagi kendaraan roda empat, baru-baru ini diberlakukan jalan satu arah secara penuh. Kondisi tersebut membuat warga sekitar mengeluh. Bahkan sebagian diantara mereka menjerit lantaran terdapat banyak efek negatif dari kebijakan tersebut.

Hal itu seperti yang disampaikan oleh salah satu warga sekitar bundaran Ngabul, Didik Adi Setiawan. Menurutnya, sejumlah warga dari empat rukun tetangga (RT) dan paguyuban pedagang pasar Ngabul lama melakukan pertemuan untuk membahas kebijakan pemerintah tersebut.

“Ada banyak warga yang ikut menghadiri pertemuan. Kami semua sepakat bahwa kebijakan jalur satu arah untuk kawasan bundaran Ngabul sangat merugikan warga sekitar,” ujar Didik, Minggu (20/5/2018)

Lebih lanjut ia membeberkan, diantara poin yang menjadi keberatan dan keluhan adalah akses keluar masuk warga sangat tidak efektif dan efisien, warga dari selatan tugu sangat kesulitan bila mengantar anak sekolah, arus lalu lintas sangat membahayakan warga karena anak sekolah tidak memperoleh hak untuk pejalan laki.

“Selain itu, arus lalu lintas menjadi semrawut dan banyak menimbulkan banyak pelanggaran lalu lintas karena rambu-rambu yang dipasang sembarangan, bahkan jalan yang satu arah depan pasar lama sampai depan puskesmas akhirnya banyak pengguna jalan yang ugal ugalan,” terangnya.

Tak hanya itu saja, kata Didik,  yang tidak kalah penting adalah usaha kecil yang berada di sisi kanan dan kiri jalan yang satu arah mengalami penurunan omset sangat drastis. “Kalau seperti ini terus menerus bisa mati itu UMKM dan usaha kecil di pinggir jalan,” tandasnya.

Ia menambahkan, tugu tiga wanita pahlawan Jepara serasa suci bagi semua orang karena kanan kiri terpasang rambu dilarang berhenti. Sehingga banyak orang yang akan berhenti  tidak berani.

“Ada yang sempat menyeletup jepara kota ujung jadi mati. Dan ada yang menganggap bupati nya tidak pernah lihat kota lain misal kudus nganjuk pati purwodadi semua kota tersebut punya taman ruang terbuka hijau yang semua diperuntukkan untuk rakyatnya. Beda dengan jepara serasa tugu tersebut suci bagi semua sampai sampai parkir untuk duduk disitu aja sulit,” imbuhnya.

klikFakta.com/089

Flashdisk Ribuan Kitab PDF