Modin di Jepara Diajari Cara Tangani Jenazah Pengidap HIV/AIDS -->
Cari Berita

Modin di Jepara Diajari Cara Tangani Jenazah Pengidap HIV/AIDS

Klikfakta.com
Rabu, 28 Maret 2018

Petugas dari Kemenag memberikan paparan materi pelatihan pemulasaran jenazah. (KF-089)


klikFakta.com, JEPARA – Menyikapi banyaknya jumlah angka kematian orang dengan HIV/AIDS (ODHA), Pemkab Jepara melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda melakukan pelatihan pemulasaran jenazah. Melibatkan sedikitnya 50 peserta dari modin se Kabupaten Jepara, pelatihan tersebut bertempat di Gedung Serbaguna Setda, Selasa (27/3/2018).

Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Setyadi, yang membacakan sambutan Bupati Ahmad Marzuqi mengatakan, jika ODHA tersebut meninggal di rumah sakit, tentunya bukan menjadi suatu masalah karena akan ditangani oleh petugas. Namun ketika pemulasaran dilakukan di tengah masyarakat, maka akan menimbulkan persoalan tersendiri akibat faktor minimnya pengetahuan.

“Sehingga, seringkali kita masih mendengar bahwa terdapat kelompok masyarakat yang enggan, tidak berani, bahkan menolak melakukan pemulasaran jenazah ODHA karena takut tertular virus HIV.” ujar Setyadi.

Selain Setyadi, hadir pula dalam acara ini antara lain Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Lukito Sudi Asmara beserta jajarannya, Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jepara Fakhrudin beserta jajarannya, serta Penyuluh Agama Ahli Muda Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Jepara Badrudin.

Dalam pelatihan itu, para modin diberikan pemahaman tentang HIV/AIDS dan cara penanganan jenazah ODHA yang tepat, oleh para narasumber dari Kantor Kemenag dan Dinkes. Hal tersebut, diharapakan Lukito agar para modin memahami pedoman tata laksana pemulasaraan jenazah ODHA. Sedangkan tujuan jangka panjang untuk mencegah terjadinya diskriminasi jenazah bagi ODHA dan memberikan rasa aman di masyarakat.

Pihaknya berharap hasil dari pelatihan ini dapat ditularkan kepada lingkungan sekitarnya. “Syukur-syukur kelompok yang ada dari para peserta bisa menularkan kepada yang lain. Harapan kami juga bisa dikembangkan kepada yang lain yang memang minat dan serius,” ungkap Lukito.

klikFakta.com/089-Wahyu KZ

Flashdisk Ribuan Kitab PDF