Kualitas Pekerjaan Megaproyek Embung Puluhan Miliar di Jepara Dipertanyakan (Penelusuran Seri-2) -->
Cari Berita

Kualitas Pekerjaan Megaproyek Embung Puluhan Miliar di Jepara Dipertanyakan (Penelusuran Seri-2)

Klikfakta.com
Sabtu, 03 Maret 2018

Aktifitas para pekerja di lokasi pembangunan embung kali mati Jepara beberapa waktu lalu. (KF-089)


klikFakta.com, JEPARA – Megaproyek pembangunan embung kali mati di Kelurahan Bapangan Kecamatan Kota Jepara yang semula ditargetkan selesai akhir 2017 lalu. Hingga kini kondisinya belum menunjukkan tanda-tanda mendekati ketuntasan kerja.

Selain mengenai tak sesuainya jadwal penyelesaian pembangunan. Ada satu hal yang tak kalah penting untuk disoroti publik, yakni mengenai kualitas pembangunan yang dilaksanakan oleh pihak ketiga atau rekanan yang dikabarkan berasal dari Pontianak Kalimantan Barat tersebut.

Dalam logika sederhana, sebuah bangunan yang berlokasi di area rawan atau rentan terjadi kerusakan, pasti sudah diantisipasi oleh perencana atau ahli sebelum dilaksanakan proses pengerjaan. Termasuk mengenai pendanaan, yang harus dihitung sedemikian rupa agar mampu mendapatkan kualitas terbaik. Apalagi dana untuk pembangunan embung ini langsung dirogohkan dari kantong APBN.

Sehingga, kualitas yang diberikan oleh rekanan atas sepengetahuan pengguna anggaran seharusnya sesuai dengan standart. Setidaknya standart tersebut diukur dan disesuaikan dengan spesifikasi dalam rencana pembangunan megaproyek tersebut.


Dalam penelusuran tim klikFakta.com selama ini, ada beberapa tanda yang menunjukkan bahwa pengerjaan megaproyek terkesan kurang maksimal. Pasalnya, selain jumlah pekerja yang cenderung sedikit, tehnis pelaksanaan kerjaan juga cenderung kurang profesional.

Hal itu terbukti ketika sebelum memasuki musim penghujan di akhir tahun 2017 lalu. Ada beberapa titik yang sudah terlihat mengalami kerusakan. Sehingga wajar ketika mendapatkan kritik pedas dari publik termasuk warganet alias netizen di akun media sosial mereka.

Salah satu akun media sosial yang mengkritisi kualitas pembangunan embung tersebut,  A mengatakan, "belum masa hujan saja sudah ada yang rusak, gimana saat hujan lebat ya" kata A.

Warganet A tersebut juga mempertanyakan pula profesionalitas pihak rekanan dalam mengerjakan proyek besar tersebut. Saking ingin mengetahui kualitas pekerjaan yang telah ada, dirinya juga mengaku telah betul-betul mengecek dan menguji kualitas kerjaan.

Yang jelas, fakta di lapangan menunjukkan bahwa pembangunan tidak selesai sesuai yang ditargetkan. Progres pembangunan masih jauh dari sempurna lantaran masih banyak yang belum diselesaikan.

Lantas, seberapa kualitas sesungguhnya bangunan proyek besar yang menelan anggaran negara hingga puluhan miliar tersebut? Apakah akan sesuai dengan harapan masyarat bersama? dan tak kalah penting, bagaimana nasibnya megaproyek ini?


TUNGGU Kelanjutan Ulasan Mengenai Nasib Megaproyek Embung dengan Anggaran Puluhan Miliar, di seri berikutnya.

(Redaksi / Wahyu KZ)

Flashdisk Ribuan Kitab PDF