Ada Video Porno di HP Siswa Terjaring Razia di Teluk Awur Jepara
Cari Berita

Ada Video Porno di HP Siswa Terjaring Razia di Teluk Awur Jepara

Klikfakta.com
Rabu, 14 Maret 2018

Sejumlah siswa terjaring razia Satpol PP Jepara. (KF-istimewa)

 klikFakta.com, JEPARA – Perkembangan tehnologi komunikasi memiliki dampak positif sekaligus negatif. Alih-alih mengikuti perkembangan jaman agar lebih maju, justru tak sedikit remaja usia sekolah yang terkena dampak negatif dari perkembangan jaman ini. Lewat sebuah handphone (HP), anak belum cukup umur dapat melihat hal-hal yang tidak senonoh alias porno.

Dalam razia siswa yang bolos sekolah yang digelar Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jepara, ditemukan sebuah video porno di HP salah satu siswa yang diamankan lantaran bolos sekolah di Pantai Teluk Awur, Rabu (14/3/2018).

Melihat temuan tersebut, petugas pun langsung meminta yang bersangkutan untuk manghapus video tak lazim tersebut.

Kasi Operasi Penegakan, Pembinaan, Pengawasan dan Penyuluhan Satpol PP dan Damkar Jepara, Supriyanto tak menampik dan membenarkan temuan tersebut.

”Tadi ada siswa yang menyimpan file video porno di HP. Langsung kami minta untuk dihapus,” katanya.

Sebelumnya, Satpol PP memang mengamankan 10 siswa lantaran keluyuran saat jam sekolah. Mereka terdiri dari empat orang siswi yang bersekolah setingkat SMP, dua siswa laki-laki setingkat SMA dan sisanya adalah siswa laki-laki setingkat SMP.

Saat itu mereka tengah berada di Pantai Teluk Awur, Kecamatan Tahunan dengan masih menggunakan seragam sekolah. Salah seorang siswa berinisial A beralasan saat itu sudah dipulangkan oleh pihak sekolah karena ruangannya dipakai untuk ujian kelas IX (tiga).

Sesampainya di Markas Satpol PP Jepara, mereka lantas disuruh berbaris dan membuat surat pernyataan tak melakukan kesalahan yang sama.

“Mereka diketahui tertangkap di Pantai Teluk Awur. Penuturan mereka sudah pulang dari sekolah, namun hal itu bisa saja penuturan mereka saja. Nanti mereka akan dijemput oleh guru BK (Bimbingan Konseling), tapi sebelumnya akan disuruh membuat surat pernyataan terlebih dahulu,” tutur Supriyanto seperti dikutip murianewscom.

Ia menjelaskan, berulang kali lokasi Pantai Teluk Awur dijadikan tempat mbolos. Namun berulang kali dilakukan penertiban, selalu saja ada yang membolos.

Selain anak-anak sekolah, dari laporan warga adapula anak punk yang sering nongkrong di pantai tersebut dan mencuri barang-barang milik penduduk. “Namun pada patroli tersebut, tidak didapati adanya anak punk yang berkumpul di Teluk Awur,” jelas Supriyanto.


klikFakta.com/089-Wahyu/Ed

Flashdisk Ribuan Kitab PDF