Membership Meeting; Harapkan Buruh Jepara Cerdas
Cari Berita

Membership Meeting; Harapkan Buruh Jepara Cerdas

Klikfakta.com
Selasa, 28 November 2017


MEMBERSHIP MEETING; DPC SPN Jepara menggelar pembekalan perburuhan yang diikuti puluhan anggota dari lima perusahaan di Jepara yang berlangsung di di Aula Gedung Jepara Trade and Tourism Centre (JTTC) baru-baru ini. [dok/KF]


 Jepara, KlikFakta.Com – Harapkan buruh di seluruh Jepara menjadi pekerja cerdas, DPC Serikat Buruh Nasional (SPN) Jepara menggelar pembekalan keburuhan yang dikemas dalam bentuk membership meeting yang berlangsung di Aula Gedung Jepara Trade and Tourism Centre (JTTC) di Desa Rengging Kecamatan Pecangaan, baru-baru ini.
Membership meeting sendiri diberikan kepada lima Pimpinan Serikat Pekerja (PSP) dan puluhan anggota yang ada di lima perusahaan yakni, PT. Hwa Seung Indonesia, PT. Parkland World Indonesia, PT. Jiale Indonesia, PT. Bomin Permata Abadi dan PT. Kanindo Makmur.
Sekretaris DPC SPN Jepara, Arifin mengatakan bahwa Jepara sebagai daerah yang mulai bergerak sebagai kota industri, sudah waktunya para buruh memiliki pengetahuan tentang buruh dan hak-haknya.
“Saat ini pengetahuan buruh di Jepara masih cukup rendah. Sehingga kami berinisiatif membekali anggotanya dengan pengetahuan tentang perbutuhan. Tujuannya untuk memberikan pengetahuan atas hak dasar pekerja. Ini dalam rangka mendukung buruh yang bersangkutan dan keluarganya,” katanya.
Arifin juga menyebut, bahwa para buruh awalnya belum membutuhkan keberadaan serikat buruh. Namun, seiring berjalannya waktu dan problematika yang dihadapi membuat pekerja mulai sadar tentang kebutuhan berserikat.
“Kini mereka mulai sadar betapa pentingnya berserikat dalam bekerja, sebab banyak manfaat yang diperoleh. Tak hanya berserikay, kegiatan-kegiatan semacam ini rutin kita gelar sebagai bentuk penguatan kapasitas anggota dengan tema berbeda-beda. Mulai dari soal menejemen keuangan, advokasi, hingga soal perburuhan lainnya,” jelasnya.
Sementara itu, terkait besaran UMK yang ditetapkan yang jauh dari layak bagi para buruh. Ia hanya bisa meminta agar para buruh pandai dalam memanage keuangan mereka.
“UMK saat ini sebenarnya kan hanya bisa mencukupi kebutuhan satu buruh lajang. Sehingga bagi yang sudah berkeluarga kita minta lebih bijak lagi dalam mengelola keuangannya, agar kebutuhan dalam keluarga mereka dapat tercukupi,” pungkasnya. [KF/090]

Flashdisk Ribuan Kitab PDF