Unjukrasa, Seniman Jepara: “Adipura Bukan Sampah” -->
Cari Berita

Unjukrasa, Seniman Jepara: “Adipura Bukan Sampah”

Klikfakta.com
Senin, 30 Januari 2017

Unjukrasa yang dilakukan sejumlah seniman di Jepara membawa spanduk bertuliskan Adipura Bukan Sampah. [klikFakta.com/089]
klikFakta.com, JEPARA – Sejumlah orang yang mengatasnamanakan seniman Jepara, Jawa Tengah menggelar aksi unjukrasa. Aksi tersebut dilakukan dengan membawa miniatur Adipura dan membawa spanduk bertuliskan “Adipura Bukan Sampah”.

Aksi dilakukan tidak hanya di jalan yang berada di kawasan kota Jepara, namun juga dilakukan di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jepara. Mereka menyatakan kekecewaan atas dibuangnya monumen Adipura ke tempat pembuangan akhir (TPA) Bandengan.

Koordinator aksi Didit Endro mengatakan, monumen Adipura merupakan simbol bukti penghargaan atas keringat masyarakat Jepara dalam menjaga kebersihan dan keindahan kotanya. Namun, ketika taman Adipura dipugar, monumen Adipura dibuang begitu saja di TPA.

“Adipura bukan sampah, kalau dibunag di TPA, ini pelecehan terhadap Jepara,” kata Didit, Senin (30/1/2017).

Sebelumnya, monumen Adipura berada di bundaran Ngabul. Namun seiring dengan dibangunnya patung tiga tokoh perempuan Jepara, monumen Adipura justru dibuang ke TPA. Selain menyayangkan pembangunan monumen Adipura, pihaknya juga prihatin atas pembangunan Patung Tiga Tokoh Pejuang Perempuan Jepara.

“Belum genap diresmikan, patung tersebut sudah retak. Padahal anggaran pembangunan patung tersebut mencapai R,2,6 miliar. Itu masih tanggungjawab kontraktor hingga enam bulan. Tapi perbaikan hanya bersifat menambal bagian yang pecah,” terangnya.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPRD Jepara Imam Ghazali menyatakan, akan memanggil dinas-dinas berkait dengan pembangunan patung tersebut. Pihaknya juga menyangkan pembuangan monumen Adipura ke TPA Bandengan.

“Kami tidak tahu kalau dibuang ke TPA. Nanti kita kembali duduk bersama, akan kami panggil dinas-dinas yang menanganinya,” ujar Imam.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Ashar Ekanto menyampaikan, seiring dengan penataan organisasi perangkat daerah (OPD), Patung Tiga Tokoh Pejuang Perempuan Jepara menjadi tanggungjawab Dinas Pekerjaan Umum.
“Dulu kami hanya membangun, sekarang jadi tanggungjawab PU,” ucap Ashar.

klikFakta/089

Flashdisk Ribuan Kitab PDF