Pilkada Jepara Kalah Telak dari 'om Telolet om' dan Rumah Makan di Bandengan -->
Cari Berita

Pilkada Jepara Kalah Telak dari 'om Telolet om' dan Rumah Makan di Bandengan

Klikfakta.com
Jumat, 30 Desember 2016



Pasangan calon Bupati Jepara pada Pilkada 2017. [klikFakta/istimewa]

klikFakta.com, JEPARA – Tahapan demi tahapan dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jepara telah dimulai dan telah memasuki masa kampanye. Hajat terbesar untuk menentukan pucuk pimpinan tertinggi di kota ukir ini ternyata kalah telak dari om telolet om dan rumah makan “mahal” di pantai Bandengan.

Hal itu seperti yang dikatakan pengamat media dari peace and diffusion of Islam (Pionis) institute, Wahyu KZ. Menurutnya, Pilkada 2017 yang notabene gawe besar yang dimiliki rakyat Jepara terasa kurang “greget”. Sejumlah media, khususnya media baru (new media) terlihat kurang agresif dalam mensosialisasikan gawe lima tahunan ini.

“Kita dapat melihat om telolet om menjadi fenomenal, tidak hanya di lokal Jepara tetapi sampai tingkat dunia. Ini tidak lepas dari pengaruh media. Sebab, sebelum ramai di Jepara, fenomena om telolet om sudah ada di kota-kota lain di luar Jepara. Tetapi justru fenomenal hingga menjadi viral dunia setelah ramai di Jepara lewat sorotan media,” ujar Wahyu dalam sebuah forum diskusi Pionis institute, Selasa (27/12/2016).

Lebih lanjut ia mengatakan, demikian pula kasus rumah makan yang nengkik pembelinya di kawasan pantai Tirta Samudra. Tarif lumrah bagi sebagian orang karena keberadaan warung yang ada di tempat wisata sehingga aji mumpung, dan mahalnya harga ikan ditengah cuaca yang buruk menjadi terkesan sangat mahal melalui curhatan seorang pembeli di media sosial yang diberitakan oleh media baru.

“Masyarakat Jepara tentu saja berharap agar Pilkada juga menjadi perbincangan publik yang menarik sehingga pada saat pemungutan suara, akan lebih banyak lagi yang memberikan suara dan pilihannya di TPS,” terangnya.

Hal itu juga dikatakan Mufti Nur Hidayat, pengamat dari Pionis institute lainnya. Ia menambahkan, pengaruh media baru dan media sosial sangat besar. Era digital seperti saat ini, media baru dapat mengubah hal biasa menjadi luar biasa, lewat kekuatan media yang mampu menggiring opini publik.

“Ini yang harus dijadikan perhatian baik oleh penyelenggara Pilkada maupun tim sukses para calon. Pemanfaatan media harus lebih dimaksimalkan agar sosialisasi lebih optimal,” imbuhnya. [klikFakta.com/daviq-088]

Flashdisk Ribuan Kitab PDF