Kapal Nelayan Jepara Pilih Berlindung di Dermaga dan Pulau Kecil -->
Cari Berita

Kapal Nelayan Jepara Pilih Berlindung di Dermaga dan Pulau Kecil

Klikfakta.com
Kamis, 22 Desember 2016

Sejumlah kapal nelayan di Jepara bersandar dan berlindung di Dermaga. [klikFakta.com/089]
klikFakta.com, JEPARA – Sejumlah kapal nelayan di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah memilih berlindung di Dermaga dan di pulau-pulau kecil, belakangan ini. Pasalnya gelombang air laut meninggi akibat cuaca buruk yang terjadi di perairan laut Jepara.

Hal itu seperti yang disampaikan Kepala UPP Syahbandar Jepara Suripto. Menurutnya, aktivitas pelayaran sejak kemarin hingga dua hari kedepan dihentikan. Itu lantaran gelombang tinggi terjadi di perairan laut Jepara. Sehingga, kondisi itu tidak aman untuk pelayaran.

“Karena kondisi gelombang laut tidak aman untuk pelayaran kapal penumpang dari Jepara ke Karimunjawa, maka kami tidak menerbitkan SPB (Surat Persetujuan Berlayar) berlaku mulai kemarin sampai besok,” ujar Suripto, Rabu (21/12/2016).

Disampaikan Suripto, berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), tinggi gelombang di perairan laut Jepara sejak kemarin hingga dua hari kedepan mencapai 2,5 meter. Sedangkan kecepatan angin mulai 15 – 25 knott.

“Tidak menutup kemungkinan kondisi cuaca seperti ini akan berlangsung hingga empat hari kedapan,” kata Suripto.

Selain mengakibatkan pelayaran penumpang terhenti, gelombang tinggi di musim angin barat seperti saat ini membuat kapal tagboat memilih berlindung. Pantauan Metrotvnews.com, dua kapal tagboad  berlindung di perairan Pulau Panjang.

“Sudah dari kemarin, tapi kami belum mendapatkan informasi detailnya, karena kapal yang kami miliki tidak berani untuk mendekati tagboad yang belindung,” terang Suripto.

Suripto menambahkan, pada musim angin barat seperti saat ini, wilayah perairan Jepara yang paling dihindari para nahkoda kapal adalah wilayah perairan di sekitar PLTU Tanjung Jati. Selain memiliki kedalaman laut mencapai lebih dari 15 meter, karakter perairan di sekitar PLTU Tanjung Jati adalah open sea. [klikFakta.com/089]

Flashdisk Ribuan Kitab PDF