Memalukan, Tes Kesehatan Calon Bupati Jepara Dilakukan di Kudus -->
Cari Berita

Memalukan, Tes Kesehatan Calon Bupati Jepara Dilakukan di Kudus

Klikfakta.com
Senin, 26 September 2016

Pembukaan tes atau pemeriksaan kesehatan bagi bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Jepara pada Pilkada 2017 mendatang. [KlikFakta.com/016]

KlikFakta.com, Jepara – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jepara, Aris Isnandar mengatakan, tes atau pemeriksaan kesehatan bagi bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Jepara untuk Pilkada 2017 dilaksanakan di RSUD Loekmono Hadi Kudus yang dilaksanakan saat ini, sangat memalukan. Pasalnya, Jepara memiliki RSUD Kartini yang seharusnya bisa melakukan pemeriksaan kesehatan para bakal calon pemimpin daerah Jepara tersebut.

“Sangat disayangkan ketika tes kesehatan untuk gawe politik berupa pemilihan kepala daerah dilakukan di daerah lain. Itu menunjukkan bahwa untuk pelayanan kesehatan di Kabupaten Jepara memang masih sangat jauh dari harapan,” ujar Aris Isnandar saat dihubungi KlikFakta.com, Senin (26/9/2016).

Ia menilai, kalau alasannya tidak ada SDM yang mampu dan peralatan yang kurang atau rusak, seharusnya itu bisa diatasi jauh-jauh hari. Sebab, pelaksanaan Pilkada 2017, termasuk serentetan tahapan yang akan dilakukan sudah terjadwal sedemikian rupa sehingga pihak RSUD Kartini bisa menyesuaikan.

“Harusnya bisa dong, kan RSUD Kartini menjadi kebanggaan warga Jepara. Kalau masalah anggaran, itu bisa diajukan,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Direktur RSUD Kartini Bambang Dwipo mengatakan, yang menjadi kendala di RSUD Kartini adalah SDM untuk spesialis jantung dan kerusakan peralatan untuk pengecekan organ dalam tubuh lain. Sehingga untuk tes-tes kesehatan tertentu tidak bisa dilakukan pemeriksaan kesehatan di RSUD Kartini karena kendala tersebut.

“Karena alasan kelengkapan sehingga tidak bisa semua tes kesehatan calon Bupati dan Wabup dilakukan di RSUD Kartini. Misalnya untuk spesialis jantung, kami sebetulnya ada SDM-nya. Tetapi belum berijin,” kata Bambang.

Menurutnya, status dokter spesialis jantung yang ada di RSUD Kartini juga harus berstatus sebagai Pegawai negeri Sipil (PNS). Sampai saat ini dokter spesialis jantung tersebut baru lulus dari pendidikan spesialisnya. Sebelumnya, ia adalah dokter dari puskesmas Mlonggo yang mengajukan ijin pendidikan.

Pemeriksaan kesehatan dibuka dan diawali di RSUD Kartini. Ada sejumlah tes yang harus dihadapi oleh bakal paslon untuk memastikan tingkat kesehatan mereka ketika mengikuti Pilkada Jepara 2017 dan setelah terpilih. Meski begitu, ada beberapa tes yang harus dilakukan di RSUD Lukmono Hadi, yang ada di kota tetangga Kudus.

Komisioner KPU Jepara Koko Suhendro mengatakan, kurangnya tenaga medis untuk jenis pemeriksaan kesehatan membuat satu sesi tes dilakukan di RSUD Lukmono Hadi Kudus. Meski begitu untuk tes tahap awal tetap dilaksanakan di RSUD Kartini Jepara.

“Untuk awal dilakukan pemeriksaan radiologi (USG dan Thorak), uji laboratorium (darah dan urine), serta tes MMP di RSUD Kartini Jepara. Di rumah sakit yang sama, dilakukan juga pemeriksaan psikilogis melalui dan pemeriksaan kesehatan lainnya oleh tim dokter,” ujar Koko.

Setelah tes tersebut selesai, baru kemudian pindah ke RSUD Lukmono Hadi Kudus untuk pemeriksaan EKG, ECHO Cardio Grafi, tread mill, spirometry dan audiometri nada murni. Pemeriksaan yang banyak fokus ke kondisi organ tubuh bagian dalam itu, kata Koko, dilakukan di Kudus sebab di RSUD Kartini belum memiliki dokter dan petugas khusus. [KlikFakta.com/015]

Flashdisk Ribuan Kitab PDF