Ahmad Marzuqi Berharap Muncul Penerus Pemimpin Perempuan di Jepara -->
Cari Berita

Ahmad Marzuqi Berharap Muncul Penerus Pemimpin Perempuan di Jepara

Klikfakta.com
Kamis, 04 Agustus 2016


KlikFakta.com, Jepara - Kabupaten Jepara sejak dulu kala terkenal dengan 3 tokoh pemimpin perempuan.  Mulai dari Ratu Shima, Ratu Kalinyamat hingga RA Kartini yang pernah Berjaya pada masanya. Namun perkembangannya hingga kini belum pernah ada lagi tokoh Perempuan yang tampil di depan  mencalonkan diri menjadi pemimpin di Jepara. Untuk itu diharapkan kaum perempuan dapat mengambil bagian dan peran penting bergerak maju dalam pesta Demokrasi. Baik pada pelaksanaan Pilihan Petinggi maupun Pilkada yang akan segera di gelar.

Dimana tercatat Pilpet tahun 2016 akan digelar serentak di 23 Desa pada tanggal 24 November 2016. Sementara Untuk Pilkada akan digelar tanggal 15 Peberuari 2017.  Harapan tersebut disampaikan Bupati Jepara Ahmad Marzuqi pada Halal Bi Halal Ikatan Hajah Muslimat Nahdlatul Ulama (IHM NU) Cabang Jepara di Pendopo Kabupaten. (31/07 2016 ).

Ahmad Marzuqi lebih jauh menyatakan Jepara adalah salah satu Kabupaten/kota di Jateng yang akan menyelenggarakan Pilkada 2017. Meski sampai sekarang belum ada calon resmi yang mendaftarkan di KPU.  Termasuk dari calon independen yang persyaratannya harus mengumpulkan minimal 63.119 foto copy KTP. Pendaftaran dimulai tanggal 6 Agustus 2016,  sementara untuk pendaftaran dari Calon Parpol pada September 2016.

“Harapannya seluruh komponen masyarakat, termasuk IHM NU nantinya dapat menggunakan hak pilih dengan baik dan benar, sesesuai hati nurani masing-masing,” katanya.

Selanjutnya, terlepas dari siapapun calon yang muncul dan terpilih natinya harus tetap kita dukung dengan semangat kebersamaan, persatuan dan kesatuan. Karena bagaimanapun meraka adalah pemimpin daerah kita 5 tahun kedepan. Pilihan boleh berbeda tetapi harus tetap mengedepankan semangat kebersamaan, persatuan dan kesatuan. Sebagaimana ditegaskan pemimpin kita terdahulu, Jangankan Kaca Pecah,  Ranting Patahpun tidak Akan Ada. Dengan demikian  kondusifitas daerah tetap terjaga, pembanguan untuk mewujudkan Jepara yang adil dalam kemamuran dan makmur dalam keadilan akan terus.

Harapan sama juga ditekankan KH. Machrus Ali dalam uraian  Hikmah Halal Bi halal. Ketua LDNU sekaligus pengasuh Ponpes Mathaliul Huda Ds. Pelang ini menegaskan bahwa “Beda Pendapat adalah Fitrah dan Boleh-boleh Saja”. Yang tidak  boleh dan diharamkan itu jika karena beda pilihan, lantas bermusuhan dan memutus tali silturahmi. Sebagai seorang muslim telah diberikan batasan 3 hari tidak tegur sapa. Lebih dari itu maka akan rusak seluruh amal baiknya. Demikian pula halal bi halal, meminta maaf sebaiknya tidak perlu menunggu acara setiap tahun. Yang terbaik adalah segera meminta maaf jika terjadi atau melakukan kesalahan terhadap orang lain.

Kegiatan  Halal Bi halal IHM NU Cabang Jepara diikuti dan dihadiri 15 anak cabang.  Atau seluruh anak cabang kecuali Karimunjawa. Disamping Bupati hadir pada keempatan tersebut, Ny Chuzaemah Marzuqi selaku Pembina IHM NU, Pengurus IPHI, PC NU dan Ketua Muslimat NU.  Ketua penyelenggara. Hj. Qomariah menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan  kegiatan ukuwah rutinitas setiap tahun.

Tujuannya tidak ada lain untuk saling memaafkan kesalahan dan meningkatkan tali silaturahmi. Karena dengan silaturahmi kita akan diberikan kemudahan rizqi dan umur panjang. Sementara Ketua IHM NU Cabang Jepara Hj. Ny. Zubaidah Muchtar sangat berharap program rutin IHM NU Cabang Jepara ini dapat semakin memperkokoh persatuan dan kesatuan. Utamnya perekat silaturahmi pengurus dengan sesama anggota. (KF-010)

Flashdisk Ribuan Kitab PDF