Akademi Komunitas Negeri Jepara Mulai Bangun Gedung Kampus -->
Cari Berita

Akademi Komunitas Negeri Jepara Mulai Bangun Gedung Kampus

Klikfakta.com
Sabtu, 23 Juli 2016

Berdoa bersama dalam acara peletakan batu pertama gedung kampus AKN Jepara (KlikFakta.com-012)

KlikFakta.com, Jepara – Sekitar pukul 08.30 WIB bertempat di Jln Bandengan – Jepara (Depan Stadion GBK) telah dilaksanakan kegiatan Peletakan Batu Pertama (Down Breaking) Pembangunan Gedung Akademi Komunitas Negeri Jepara (AKN Jepara / AKJ) oleh Pemerintah Kabupaten Jepara. Jumat (22/07/2016).

 Kegiatan tersebut di selenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Jepara dan yang di hadiri sekitar 200 orang. Tampak hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Jepara DR. Subroto, SE, MM, Dirjen Dikti Kementerian Riset dan teknologi RI yang di wakili Kasubdit Pengembangan Perguruan Tinggi Program Vokasi, Ditjen Kelembagaan IPTEK dan Pendidikan Tinggi Kemenristekdikti Sudarsono, Direktur Politeknik Negeri Malang Dr. Ir. Tundung Subali Patama, MT, Koordinator PDD Politeknik Negeri Malang Drs. Siswoko, M.MT, MM, Koordinator PDD Kabupaten Jepara atau Rintsan AKJ Ade Sopiali, S.Pi, M.Pd, Sejumlah Pimpinan SKPD terkait, Anggota DPRD, Unsur Forkopimda, Camat, Kepala SMA/SMK/MA se Kabupaten Jepara.
         
 AKJ melaksanakan kegiatan perkuliahan angkatan pertama mulai tahun akademik 2013/2014, angkatan II tahun 2014/2015, dengan jumlah 56 mahasiswa, pada tahun angkatan ke III tahun akademik 2015/2016 dengan jumlah 73 mahasiswa, serta akan menerima mahasiswa baru untuk angkatan untuk tahun 2016/2017 dengan posisi jumlah pendaftar sampai hari ini sebanyak 60 orang. Dan sudah meluluskan sebanyak 56 mahasiswa dari angkatan pertama dengan gelar Ahli Muda (A.Ma).  Fokus pembelajaran di Akademi Komunitas 30% teori dan 70% praktek. Untuk sementara meskipun gedung yang digunakan milik SMK Negeri 1 Jepara dan SMK Negeri 2 Jepara, peralatan praktek di laboraturium atau bengkel adalam mikik Akademi Komunitas Negeri Jepara yang diperoleh dari bantuan Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi (Dikti). Selain peralatan di laboraturium atau bengkel, mahasiswa juga akan terjun langsung di industri atau instansi selama kurang lebih 3 bulan dalam program magang.
         
 Koordinator PDD Kabupaten Jepara atau Rintsan AKJ Ade Sopiali, S.Pi, M.Pd dalam laporannya mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh undangan yang sudah hadir. Pembangunan Kampus ini di danai langung oleh Pemerintah Kabupaten Jepara yang telah menyediakan lahan seluas ±2Ha (Hektar) dan tambahan anggaran untuk pembangunan ± Rp. 1,8 Milyar. “Saya juga mohon Do'a Restu kepada seluruh undangan yang hadir semoga dalam pembangunan gedung Akademi Komunitas Negeri Jepara bisa berjalan lancar dan sukses.” Ungkap Ade Sopiali, S.Pi, M.Pd.
         
  Ia juga menerangkan bahwa AKJ lahir berdasarkan Undang-undang Perguruan Tinggi (UU Dikti) Nomor 12 Tahun 2012. AKJ merupakan Perguruan Tinggi yang menyelenggarakan Pendidikan Vokasi setingkat Diploma II (DII) yang berbasis keunggulan lokal atau untuk memenuhi kebutuhan khusus. “Rintisan AKJ dalam proses pendirinya, dibina oleh Politeknik Negeri dalam hal ini Politeknik Negeri Malang yang ditunjuk oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam hal ini Direktorat Pendidikan Tinggi (Dikti) waktu itu,” terangnya.
         
  Ade Sopiali, S.Pi, M.Pd juga menambahkan, Peserta didik di AKJ adalah lulusan SMK/SMA/MA atau sederajat baik yang telah bekerja maupun belum, dengan kata lain usia peserta didik di Akademi Komunitas tidak dibatasi.
Mendukung
         
  Pemerintah Kabupaten Jepara sangat mendukung pendirian Akademi Komunitas Negeri Jepara. Hal ini dibuktikan dengan adanya Nota Kesepahaman dengan Direktur Politeknik Negeri Malang, Nomor: 3678/PL2/HK/2013, tentang Penyelenggaraan Program Studi di Luar Domisili (PDD) Politeknik Negeri Malang sebagai rintisan Akademi Komunitas Negeri Jepara. Nota Kesepahaman Kepala Disdikpora kabupaten Jepara dengan Direktur Politeknik Negeri Malang, Nomor: 420/1138/II/2013, Nomor: 3679/PL2/HK/2013.
         
  Pada kesempatan tersebut Wakil Bupati Jepara DR. H. Subroto, SE, MM mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh undangan yang sudah hadir dalam kegiatan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gedung Akademi Komunitas Negeri Jepara. “Puji syukur kepada Allah SWT juga kita panjatkan karena setelah 3 tahun kita melaksanakan perkulihan, kita akan memiliki gedung baru yang jauh lebih representatif. Mudah-mudahan pembangunan gedung kampus AKJ ini sesuai target, sehingga bisa lekas digunakan untuk kepentikan akademis.” Ujar Wabup Subroto dalam sambutan pembukaan kegiatan.
       
   Subroto juga menjelaskan bahwa Kabupaten Jepara merupakan daerah sentra industri dan kerajinan. Konsekuensi dari itu semua, banyak pekerja yang memiliki latar belakang pendidikan kurang memadai tetapi terbentur waktu dan usia jika harus kuliah. “Alhamdulillah, Jurusan yang dibuka sesuai dengan potensi dan peluang yang ada di Jepara, sehingga akan menjadi link and match. Oleh karena itu, adanya AKJ dengan jadwal perkuliahan yang luwes dan tidak ada syarat batas usia menjadikan animo masyarakat cukup tinggi. Buktinya, AKJ telah berhasil menyelenggarakan perkuliahan untuk 3 angkatan dan telah meluluskan 56 wisudawan strata D2.” Jelas Subroto.
         
 Berdirinya AKJ juga sebagai bagian dari upaya bersama untuk menjawab tantangan atas kebijakan pasar bebas ASEAN yang mulai berlaku akhir 2015 lalu. Dengan sumber daya yang bermutu, diharapkan Indonesia tidak menjadi pasar tenaga kerja asing, tetapi tenaga kerja yang bisa menjadi tuan rumah dinegeri sendiri. Selain itu, Pemerintah Kabupaten Jepara juga berkomitmen membantu dalam kegiatan yang bersifat operasional agar proses pendirian Akademi Komunitas Negeri Jepara bisa lebih cepat dan efisien.
         
  Selanjutnya dilaksanakan Peletakan batu pertama pembangunan gedung Akademi Komunitas Negeri Jepara oleh Wakil Bupati Jepara diikuti oleh Kasubdit Pengembangan Perguruan Tinggi Program Vokasi, Ditjen Kelembagaan IPTEK dan Pendidikan Tinggi Kemenristekdikti, Direktur Politeknik Negeri Malang, dan tamu undangan yang lainnya dan diakhiri dengan pembacaan doa yang di pimpin oleh Nur Iksan dari MUI Jepara Pukul 11.10 WIB. Seluruh rangkaian kegiatan selesai. (KF-010)

Flashdisk Ribuan Kitab PDF